Tampilkan postingan dengan label Curhatku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhatku. Tampilkan semua postingan

An unexpected moment - Mr. Big

"Wow...!!!"
jika mengingat lagi kejadian semalam... aku cuman bisa mengatakan tiga huruf itu...
well, Yeah, I got an unexpected moment last night...
terjadi begitu saja... tidak ada rencana hari itu...

well, memang sebulan lalu, sewaktu poster besar Guiness Arthur's Day yang menjadikan Mr. Big sebagai bintangnya, aku dan Mine sudah meyakinkan hati untuk menonton konser itu. kami tidak pernah pergi ke konser berdua sebelumnya, jadi kami sangat bersemangat menyambutkonser itu.

but, ketika hari H-nya semakin dekat, dompet kami juga semakin menipis. Dan dengan hati yang berusaha disabar-sabarkan, kami ikhlas tidak menonton konser itu. toh, kami tidak mengetahui semua lagu Mr. Big... toh uang yang dipake beli tiket konser bisa dipakai untuk keperluan yang lebih penting... dan masih banyak "toh-toh" lainnya untuk mensugesti diri sendiri agar tidak usah nonton konser itu...

10 Desember 2011...
Malam minggu...
kerena seharian aja di rumah, aku pun mengajak Mine untuk makan pisang epe di dekat anjungan pantai Losari. udah lama juga nggak ngerasai manisnya rasa pisang yang dicampur dengan saos gula jawa dan parutan cokelat.
jadilah kami berangkat malam itu..
dan ketika lagi berdandan, mama tiba-tiba nyeletuk kalau papa telat pulang ke rumah karena lagi pengamanan di Trans Studio Makassar karena lagi ada konser disitu...

"Konser apaan sih?" Mama bertanya.

Ting...

otak aku langsung respon dong...

"Konsernya Mr. Big mam..." jawabku.



ketika Mine datang untuk menjemputku, aku pun mengatakan apa yang baru saja mama ucapkan. dan ide itu pun muncul...


"Emang kita bisa masuk gratis????"

well, tidak ada salahnya mencoba...
aku pun menelepon papa dan papa menungguku di pintu masuk tempat konser itu diadakan...
a little bit nervous...
bisa nggak yah...

and guess what...

bisa...

aku masuk..

yess...

Mine juga bisa masuk...

Alhamdulillah...

dan konser itu pun di depan mata...


Lucu juga kalau mengingat cara Dewi, adikku, masuk di konser itu...
hhahaha
dia datangnya telat... konser sudah mau selesai ketika dia berada di depan pintu masuk... sebagian orang udah pada keluar dan lampu panggung sudah dimatikan...

masih terdengar teriakan dari penonton di depan, "We Want More... We Want More...!!" yang masih enggan melepaskan kepergian Mr. Big...
yeah, I Know, that's not the end... lampu menyala lagi dan Mr Big kembali bernyanyi... orang-orang yang tadinya keluar, pada masuk lagi...
dan Dewi, dengan lincahnya, mengikuti kerumunan orang tersebut... How's tricky... dia berhasil masuk ke konser tersebut...

hnm... Memang ya, kalau Allah sudah berkehendak itu, apapun bisa aja terjadi... aku dan Mine sudah merencanakan untuk datang di konser itu... tapi karena uang yang tidak mencukupi, kami pun membatalkannya...

but now, I'm, Mine, and my tricky sista, Dewi, in that concert... mendengar suara vokalis Mr. Big yang mengagumkan dan ikut berRock n Roll ria... hhehehe

"Oh... baby... baby... It's a Wild World..."
READ MORE...

Valentine Hari Ini...

valentine hari ini…

eng, menghabiskan waktu dengan yang terkasih. orang tua, adik-adik dan my beloved Mine.

makan hot plate sepuasnya… sampai dua piring euy… gile bener selera makanku… berharap Mine tidak illfeel melihatku banyak makan. tapi pas aku tanya, eh… dia malah senang aku banyak makan. asik ee…

jalan bareng Mine sepanjang hari ini sampai badan pegal-pegal dan lelah menderaku. mengenang percintaan masa lalu kami agar mengenal pribadi masing-masing lebih dalam lagi.

dapat award dari blok tetangga.. thanks ya Tom-kuu atas awardnya…

here’s my 1st award..

Photobucket


happy valentine’s day all…
READ MORE...

A Gift For Me from Mine


Aku ingat, dulu, ketika tidak ada dia, semuanya terasa berat, semua beban ku pikul sendiri, aku berusaha menyembunyikan airmataku agar terlihat kuat dan tegar, tapi akan menangis di malam hari ketika semua orang telah tertidur.

aku ingat, dulu, ketika belum ada dia, semua ku tanggung sendiri, setiap senti rasa sakit yang ku rasakan, setiap senyumku yang merekah, setiap rasa sesal yang menyelinap masuk di dada, semuanya… ku rasakan sendiri.

aku ingat, dulu, ketika aku belum bertemu dengannya, diriku sendiri sajalah yang selalu menghibur diriku juga saat ku susah, hanya bergantung pada diriku sendiri, membahagiakan diriku sendiri, menyeka airmataku sendiri, karena ku tau, takkan ada orang yang peduli.

tapi kini semua berubah ketika ada dia. well, awalnya aku merasa risih, kenapa dia tiba-tiba menyeruak masuk ke dalam kehidupanku dan tololnya aku pasrah saja ketika dia mengobrak-abrik perasaanku yang ada di dalamnya.

tak butuh waktu lama untuk menyadari kehadirannya, ketika dia sudah ada, semuanya terasa ringan, langkahku terasa melayang, hanya karena genggamannya. Dialah yang menggores senyum itu di bibirku ketika aku sedih, mengeluarkan lelucon-lelucon yang akan membuatku tertawa terpingkal-pingkal. dialah yang selalu berdiri di belakangku hanya untuk menjagaku dari tangan-tangan jahil yang hendak melukaiku. dialah yang menyeka airmataku, ketika aku tak sanggup lagi menahan kesedihanku. dan ketika airmataku terus turun, dan tak sanggup untuk di seka, dialah orang yang akan menangis bersamaku.

Kini aku menyadari, kehadirannya merupakan hadiah terindah dalam hidupku yang kelam. setiap tatapannya adalah keajaiban. dan aku akan melakukan apa pun agar mata itu tetap memancarkan cahayanya.

Terima Kasih Tuhan karena telah memberikanku hadiah yang paling istimewa.
READ MORE...

Being One

Aku dan Kamu Bertengkar

Well, aku ingin menceritakan tentang obrolanku dengan Mine kemarin malam di warung Bakso Menanti yang terletak di depan kompelks rumah. Kami memang sering makan di warung Bakso itu, selain karena rasa baksonya yang menakjubkan, juga karena pemilik warungnya ramah dan sopan.

Ok, forget the meatballs…

selesai makan bakso, karena hujan turunnya tiba-tiba dan langsung deras banget, maka jadilah kami duduk-duduk sebentar sekalian beradaptasi dengan perut yang mulai membuncit karena kekenyangan. kami ngobrol tentang segala hal waktu itu. Tentang kenapa dia bisa menyukaiku dan aku menyukainya, tentang masa SD kami, sampai kami mencela kejelekan masing-masing yang bikin kami tertawa terpingkal-pingkal malam itu.

Aku mengejek Mine karena malas mandi dan sifat posesifnya, dan sifat cemburunya, yang baru aku sadar ternyata kejelekannya itu menulariku. yah, dengan sangat berat hati, aku mengaku kalau penyakitnya yang malas mandi dan posesif dan cemburuannya itu tertular padaku. aku jadi malas mandi dan, entah kenapa, karena aku tidak pernah seposesif dan secemburu ini dengan pacar-pacarku yang dulu menjadi sangat posesif dan cemburu padanya. fiuh… bikin makan ati aja nih penyakit.

karena Mine nggak mau kalah, dia mengejekku juga sebagai cewek yang cengeng, apa-apa nangis, bahagia nangis, stress nangis, bahkan lebih-lebih kalau sedih, nangisnya jadi banyak. hhhuuaaaaa…

aku pasang tampang sebel ke dia.

terus dia bilang, sifat cengengku itu menular juga ke dia. Aku bergeming, dan memutar waktu ke hari-hari yang lalu dimana dia meneteskan airmatanya. aku ingat, setiap kali ada masalah dengan hubunganku dengannya, ia menangis, dan berkata dengan lirih kalau takut kehilangan aku. hhh… jadi sedih deh ingatnya. padahal, sebelum kami jadian, masih tahap pedekate.. ceileh… dia bilang kalau dia susah nangis, “Masa cowok nangis sih?!” begitu katanya dulu..

aku juga masih ingat, saat kami menangis bersama untuk hubungan kami yang ingin dirusak orang. aku sempat terpengaruh dengan omongan orang itu. Aku pertama kali melihatnya menangis karena tak ingin kehilangan aku. dan aku sadar, aku tidak ingin kehilangan dia. Mine orang pertama yang menangis hanya untukku. Dan aku takkan melupakan hal itu.

Aku dan Kamu Menjadi Satu.

well, setelah hujan agak reda, kami keluar dari warung dan bergegas memakai jas hujan. sebenarnya, proses memakai jas hujan itu bisa berjalan beberapa detik saja, tetapi menjadi beberapa menit karena kami melewatinya dengan tertawa bersama dan saling mengejek lagi.

well, kejelekan kami-lah yang menyatukan kami…
READ MORE...

C++ Killing Me Softly

parah… parah… parah…

inikah seseorang yang ingin menjadi seorang programmer??
baru dikasih tugas yang ribet sedikit(bagi yang ahli) dan ribet banyak(bagi yang tidak ahli, itulah saya), udah mengeluh dan pantang semangat.

nggak nemu logikanya. nggak nemu rumusnya. apanya yang salah dari program yang saya buat? saya sendiri bingung. Perasaan, setelah dicek dengan teliti, rumus dan logikanya oke-oke aja tuh.

eng ing eng… setelah bergulir di depan laptop sampai jamuran. akhirnya aku bisa menyelesaikan program sederhana yang aku buat. thanks God, thanks my parents, my sista and brother, my love, I love u so much much mucccaaah…


well, aku disuruh bikin program membuat struk belanja dari sebuah minimarket dengan menggunakan bahasa c++ oleh dosen. waktu bikinnya cuman empat hari. whaat?? are you kidding me?

stress deh eike..

putar otak kanan dan putar otak kiri, akhirnya struk belanjanya bisa jadi…

dengan bangga saya persembahkan…

teng tedeng tedeng…




READ MORE...

Puisi Untuk Sang Kekasih

nggak sengaja terdampar di blog keren ini dan membaca puisi yang BJ Habibie persembahkan untuk istrinya tercinta.

sungguh…sungguh mengharukan. Penuh luka, pengharapan, dan keihklasan. tak terasa mata ini berontak dan ingin mengeluarkan air yang siap mengalir deras saking terharunya baca puisi itu.

here’s the poetry…



PUISI BJ Habibie untuk Hasri Ainun Habibie

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,

dan kematian adalah sesuatu yang pasti,

dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,

adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,

pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,

aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,

tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,

Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ....

BJ.HABIBIE



how's that? pretty awesome poetry right...?
READ MORE...

Being Princess

Aku teringat pernah membaca sebuah kata yang bertuliskan, “I’m not waiting for a prince. I’m waiting for the one who thinks I’m his princess.”

aku langsung saja menyukai kata-kata itu dan aku meyakininya dalam hati. aku menginginkan seseorang yang menjadikanku putrinya.


Rasanya sudah lama sekali saat sesudah aku membaca kata-kata itu. Waktu terus berlalu hingga aku beranjak dewasa dan mulai mengerti sedikit-demi-sedikit arti kata ‘putri’ dan ‘menunggu’. Ternyata bukan cuma mimpi yang diperlukan untuk membuatnya menjadi nyata.


aku pernah merasakan manisnya di manja bahkan pahitnya dikhianati. melihat ketulusan dimata orang yang kau kasihi sekaligus melihat kebohongan di matanya.


awalnya aku merasa gigih dan tidak akan menyerah.


Tapi semua rasa pahit yang ku alami belakangan ini mengendurkan semangatku hingga aku memutuskan untuk diam. tak bergerak. bahkan tidak menunggu lagi.


Melihatnya waktu itu untuk yang pertama kalinya mendebarkan jantungku. sebuah perasaan aneh ketika aku sudah memutuskan untuk menyerah. aku masih ingat, pertama kali aku melihatnya saat bermain gitar. suaranya menyanyikan entah lagu apa, aku sudah lupa, melekat dan berdengung terus di telingaku. Oh God, aku merasa jatuh cinta.


Aku mulai merasakan semangat itu lagi. Semangat mendapati seseorang yang ingin menjadikanku putrinya. aku mencoba segala yang aku bisa. mendekatinya. ngobrol dengannya. hanya agar bisa mendengar suaranya yang selembut beledu itu. oh, bahkan tawanya bisa membuat duniaku ikut tertawa.


Well, sayangnya semua itu tidak berlangsung lama. Ia memiliki seseorang yang ia puja dan ia ingin wanita itu menjadi putrinya. Rasanya seperti Cinderella yang batal pergi ke pesta dansa waktu aku mengetahuinya.


aku menelan pahit lagi. memejamkan mata dan merasakan kegelapan itu menyergapku kembali.


sampai pada suatu malam aku mengingat kata-kata itu lagi. aku tertegun. dan mendapati diriku menangis, bukan menangis penuh duka, tapi airmata yang keluar begitu kuat. aku mendapatkan kekuatanku kembali. aku tidak ingin terlalu larut dan tidak akan membiarkan diriku menjadi lemah dan tidak berdaya. aku tidak akan menunggu seseorang yang akan menjadikanku putrinya, tapi akulah yang akan membuat pria itu sebagai pangeranku.


Butuh usaha keras. Tapi aku akan terus mencoba.


Well, siapa yang tidak tau kalau rata-rata laki-laki di dunia ini sangat suka gadis liar dan nakal, suka memakai pakaian seksi dengan dandanan mencolok. Membuatku minder dan tidak percaya akan diriku sendiri. Tapi itu dulu, sekarang aku belajar mencintai diriku sendiri. Dan tanpa ku sadari, tak hanya aku yang mencintai diriku, orang yang tak kusangka yang pernah hadir dan sempat mengacaukan detak jantungku dulu juga ikut mencintaiku.


Dia datang membawa cinta, melukis senyumku yang paling merekah, hingga tanpa sadar tercetak lobang kecil di kedua pipiku membentuk lesung. Detak jantungku yang mulai normal, kembali terpacu, seakan-akan rongganya tak cukup muat untuk menampung getaran yang ku rasakan. Tapi tunggu, aku tidak ingin dia merasakan cintaku dengan begitu mudah setelah ia membuatku menunggu terlalu lama hanya karena wanita yang ia kira Cinderella itu.


Aku hanya ingin membuatnya benar-benar menjadi seorang pangeran di hatiku. Bukannya seseorang yang datang lalu pergi sambil meninggalkan luka yang menganga di hatiku. Bukan…


Mungkin sedikit kejam.Tapi aku hanya ingin tau, apa ia pantas menjadi pangeran yang selama ini aku yakini? My real prince charming?!


aku membuatnya menunggu lama saat aku sedang rapat. Dan aku merasakan emosinya bukan karena waktunya yang habis karena terlalu lama menungguku, melainkan cemburu dengan teman satu rapatku.


Aku tersenyum.


Aku membuatnya seolah-olah merasa tidak berarti di mataku agar ia berusaha keras membuatku terkesan. Ia mengajakku melihat matahari terbit, matahari terbenam, bahkan melihat bintang jatuh di malam hari.


Aku kembali tersenyum.


Aku tidak membalas smsnya secepat yang aku bisa. Tidak terlalu memedulikan perhatiannya. Bahkan tidak memperhatikannya, seolah-olah ia tidak ada. Tetapi ia tetap mendekatiku dan memerhatikanku, bahkan tidak hanya itu, ia menawarkan perlindungan dan candaan yang sering kali membuatku tertawa terpingkal-pingkal.


Aku tersenyum lagi.


Semua senyum itu aku rangkai menjadi satu, hingga membentuk sebuah kesimpulan I found the one who thinks I’m his princess. Aku memang tidak memiliki gaun indah dan sepatu kaca, juga ibu peri yang bisa mengubahku menjadi cantik jelita. Tapi aku memiliki seseorang yang menyayangiku apa adanya dan selalu membuatku merasa cantik bahkan tanpa make-up.


akhirnya aku merasakannya… tertawa bersama... menangis bersama... berusaha bersama...


Rasanya seperti ingin terus berdoa semoga kebahagiaan ini tidak berakhir selamanya.


READ MORE...

My Prince Charming

aku tau seberapa sulit jalan yang aku tempuh hingga akhirnya aku bisa merasakan hal ini untuk yang pertama kalinya. aku ingat, setelah keempat kalinya aku mencoba, aku mulai merasa takut, tidak percaya diri, dan selalu ingin tampil sempurna, selalu ada, agar mereka yang ada di sisiku saat itu tidak pergi meninggalkanku.
tapi ternyata apapun yang aku lakukan, tidak akan pernah mengubah takdir. never ever.

till I found my own destiny, him, my prince charming.

dia selalu bilang kalau dia adalah pangeran kodok saat aku memanggilnya my prince charming, dan dia selalu menyebutku tuan putri. tidak sadarkah ia bahwa akulah yang merasa sebagai putri kodok?

aku ingat bagaimana derasnya airmataku mengalir pada cowok-cowok yang sebelumnya. dikhianati, dibohongi, bahkan sampai ada yang mencuri barang-barangku. damn it!!

well, jika aku harus merasakan semua kepahitan itu agar bisa bersama dengannya seperti sekarang ini, it’s ok.


pertama kalinya dalam hidupku, aku diperlakukan sebagai ratu.
dan aku berharap ini akan berlangsung selama waktuku dan waktunya.

dia selalu mengatakan bahkan meng-sms dengan hal yang sama yang selalu membuat air mataku menitik haru, “Mine (panggilan sayangku)… aku betul-betul sayang kamu. aku nggak mau kehilangan kamu. hanya kamu yang ku sayang. please don’t leave me. I really love u mine. do you know I’m a lucky man? cause I have u sayang. only you in my heart. I need you. trust me sayang.”

belum lagi perhatiannya, rasa cemburunya yang seksi, perlindungannya, candaannya yang menghiasi hari-hariku, tangannya yang menyeka airmataku, dan kata-katanya yang ingin menghabiskan waktu hingga kakek-nenek denganku, ingin punya anak segudang, punya keluarga yang bahagia, aku bisa merasakan keseriusan itu dari suara dan sorot matanya. dia membuatku bebas menjadi diriku sendiri.

mungkin aku terlalu larut dengan perasaan. tapi aku sungguh bahagia Tuhan. aku hanya ingin bilang, "I’m a lucky girl”. READ MORE...

Aaron Carter-One Better


Sekarang aku lagi doyan banget dengar lagu one better-nya Aaron. Mellow.. mellow… gimana gitu. Gara-garanya abis nonton film Popstar yang dibintangi sama Aaron Carter. Di akhir film, dia menyanyikan lagu ini. Lagu kesemsem sampai sekarang. Nih liriknya…

Give me half the chance
I'll make you understand
That what I got to give
Is so much more that this
Than you'll ever know



I don't say what's on my mind
But you'll find this out in time
Don't always open up
I'm not quick to trust
And let someone inside

I've got a lot to learn
Never felt this way before
But I gotta see what's right for me

You should know that I can
Be more than you will ever need
I'll show you something new to see
I'll be the one you can believe
I'll be one better, yeah
I'll be one better

You've seen some falling stars
You felt a broken heart
Time is all it takes
Learn from my mistakes
know exactly what you are

But I can't hang on the side
I've had enough of all these fights
Gotta give to you
Gotta get this through
Till' you realize

I've got a lot to leearn
Never felt this way before
But I gotta say what's right for me

You should know that I can
Be more than you will ever need
I'll show you something new to see (yeah)
I'll be the one you can believe
I'll be one better, yeah

I won't back down (No never, No never)
You don't have to be alone
Girl, alone (Oooh, Oooh) no (Oh)

You should know that I can
Be more than you will ever need
I'll show you something new to see
I'll be the one you can believe
I'll be one better (Oh)
(I'll be)
I'll be one better (Oh)
(I will)
I'll be one better (Oh)
READ MORE...

Princess Hours

Princess Hours atau Goong dalam bahasa korea yang berarti istana ini mengisahkan tentang dua insan yang berbeda status dan saling membenci disatukan dalam satu mahligai rumah tangga. Kakek-kakek mereka telah mengatur perjodohan ini dari lama, bahwa cucunya yang akan menjadi raja kelak akan menikahi cucu sahabatnya yang seorang gadis dari rakyat biasa. Kebayang gimana serunya kan?

Shin (Joo Ji-hoon) yang diam-diam mencintai Hyo-rin (Song Ji-hyo) menerima perjodohan yang telah ditentukan oleh kakeknya setelah lamarannya kepada Hyo-rin, yang ingin menjadi ballerina terkenal ditolak. Sedangkan Chae-gyoung (Yoo Eun Hye) menolak mentah-mentah perjodohan itu. Apalagi mengingat hubungannya dengan pangeran satu itu sangat-tidak-berjalan-dengan-baik. Well, apa mau dikata. Perjodohan itu tetap terlaksana dan pernikahan akbar pun akan segera digelar.

Chae-gyoung adalah gadis konyol yang polos dan apa adanya. Sedangkan Shin adalah seorang pangeran angkuh yang kesepian. Dua karakter yang saling bertolak belakang itu pun tak ayal sering bertengkar.


Lee Yool, sepupu Shin yang merupakan putra Putri Hye-jong, yang semula merupakan calon permaisuri sebelum suaminya wafat lewat kecelakaan tragis dan calon yang awalnya dijodohkan sama Chae-Gyoung kembali dari Inggris. Dialah yang selalu ada di saat Che-gyoung butuh teman bicara. Yool, si pangeran terlantar yang baik hati selalu ada buat Chae-gyoung saat Shin memperlakukannya semena-mena. Hingga akhirnya tumbuh benih-benih cinta di hati pemuda tampan itu. Belum lagi Hyo-rin yang tiba-tiba datang menganggu Shin dan rumah tangganya.

Well, drama yang diadaptasi dari komik Goong ini mengambil Korea sebagai settingnya. Kita juga bisa melihat gambaran tentang adat-istiadat raja-raja korea yang di-set secara modern.

Kalau mau pilih antara Shin dan Yool. Seratus persen suaraku bakal buat Yool. Aktingnya sebagai pangeran baik hati benar-benar menyentuh hatiku. Lagian, dia juga ganteng banget. Mati aku. Bahkan di umurnya yang hampir mendekati 30-an itu, mukanya tetap kelihatan cute. Model rambutnya yang sedikit kecokelatan dengan poni ke samping juga keren. Haaa…. Kenapa bukan Yool sih yang jadi pemeran utamanya dan hidup bahagia bersama Chae-gyong?
READ MORE...

Cantik?? Ganteng?? Um...hnm...

Karena dosen datangnya telat, iseng-iseng nanya bang google tentang orang-orang korea yang mukanya ganteng2 bin cantik2, plus… mulus-mulus lagi *mupeng* Well, lihat saja Song Hae Kyo, Lee Min ho, Yoo Eun Hye… perfect banget kan??? Tapi sebagian wajah mereka ternyata sudah tidak asli lagi.

Sumpah… aku syok banget waktu bang google bilang kalau semuanya berkat goresan sebuah pisau bedah. Eye lid-nya lah, hidungnya lah, bibirnya lah, tulang pipi juga kalau perlu. Bahkan operasi plastik sudah menjadi isu sosial di korea sana, plus merambah ke cina dan Jepang. Widih… gak sakit tuh. Untuk penyembuhan eye lid saja perlu kurang lebih dua bulanan lah… gimana yang lain-lain??? Speechless.

Emang sih aku pernah berpikir kalau seandainya hidungku begini… kulitku begini… bla…bla..bla… tapi operasi plastik??? Aku rasa itu terlalu ekstrem (menurutku loh)

Menurut survey yang ku baca, udah lama sih… tapi tetap aja mengerikan… (buat aku)
76% wanita Korea berumur 20-30 tahunan sudah operasi plastik
25% ibu-ibu Korea menyuruh anak 12-16 tahunnya untuk operasi plastik
27,4% lulusan universitas yang sedang mencari kerja merasa gak pede untuk job interview karena alasan penampilan fisik mereka.

Orang-orang berduit di korea sana memang peduli banget soal penampilan, mereka bahkan menolak karyawan yang dianggapnya tidak menarik meski IQnya diatas rata-rata. Calon-calon artis yang memiliki banyak bakat seperti nyanyi, dance, acting juga bakal ditolak kalau mukanya gak cakep2. makanya rata2 artis2 korea pada operasi plastik. Tapi sekarang, masyarakat biasa pun ikut ketularan penyakit sosial itu.

Well, kenapa aku bilang penyakit? Karena mereka tidak bersyukur dengan ciptaan Tuhan kepada dirinya. Hey… bukan kah mata sipit dan bibir tipis itu ciri khas mereka? Kenapa mesti diubah lagi? Bahkan aku dengar-dengar, ada orang di timur tengah sana juga ikutan tren operasi plastik. Mereka biasanya operasi untuk ngecilin mata, naikin ujung luar matanya ke atas (biar mirip cina-cina gitu deh), sama motong hidung biar gak terlalu mancung.

Bukannya aku menghina orang yang dioperasi maupun mengoperasi plastic tsb. Tapi aku rasa itu sudah terlalu berlebihan. Hanya untuk terlihat cantik/indah, apa harus sampe segitunya?
Bahkan ada cewek yang terobsesi banget sama operasi plastik sampe-sampe menyuntikkan minyak goreng ke wajahnya karena silicon yang diberikan oleh Dokternya sudah habis. Aku ngeri banget ngeliat mukanya yang… ini deh fotonya
sebelum

sesudah


Keindahan dimata orang2 memang beda. Tapi bagaimana orang mau melihat kita ganteng/cantik kalau kita sendiri tidak pernah menganggap kita ganteng/cantik. Aku selalu percaya sama yang namanya inner beauty (kuno banget yah) dan gak pernah berniat sedikit pun mengubah apapun di dalam tubuhku. Aku udah bersyukur banget dikasih anggota tubuh yang lengkap sama Tuhan. Dan berusaha menerima setiap kekurangan dan membanggakan setiap kelebihan *lol*.
Pasti indah banget kalau ada seseorang yang datang mengulurkan tangannya tanpa mesti harus menilai fisikku. Justru dia bisa menerimanya dan mengisi setiap kekuranganku dengan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Um… so sweet… *daydream*
Dan aku selalu berdo’a, Mudah-mudahan aku gak pernah ketemu sama orang yang menilai orang lain dari fisiknya doang.
Amin. Amin. Amin. Amin. Amin.
READ MORE...

Say, "Bye"

Kak Tika, keponakanku, Nadia, dan adik sepupuku, Theo, akhirnya terbang menuju Papua tempat tinggal mereka sebenarnya setelah hampir sebulan berada di Makassar. Jarak antara Makassar dan Papua terpisah beribu-ribu mil jauhnya. Aku berinisiatif mengantar mereka kebandara bareng ortu dan nenek. Karena aku gak bakal tau kapan bisa bertemu mereka kembali.

Well, aku salah satu orang yang paling tidak menyukai yang namanya ‘perpisahan’. tapi itu pasti terjadi. Setiap pertemuan, cepat atau lambat kata perpisahan pasti akan terucap. Entah dengan rasa sedih, dengan berpura-pura bahagia dan sok tegar, atau karena keadaan yang mengharuskannya.

Setiap perpisahan itu terjadi , aku selalu merasa kehilangan, merasa sedih, dan akan sulit kembali beradaptasi tanpa kehadiran orang tersebut. Tanpa suaranya, tanpa tawanya, tanpa semua-muanya dari mereka yang pernah hadir dan pergi lagi.

Terkadang aku berpikir, aku tidak ingin bertemu siapapun, tidak ingin mengenal apapun, karena aku tau… dia akan pergi. Membuatku kembali berusaha menjalani hidup tanpa kehadirannya. Aku benci perubahan seperti ini. Orang baru hadir, sedangkan orang lama pergi sementara aku masih membutuhkan mereka.

Betapa sulit hal itu bisa diterima.
READ MORE...

The Best Damn Day That My eyes Have Ever Seen

Aku pengen banget ngeliat bintang jatuh dengan mata kepalaku sendiri. aQ pengen ngeliat kuasa Tuhan yang cantik itu. Eh… pas ngeliat, tau2 cuman mimpi. Pas bangun, busyet… udah setengah 10, kuliah tinggal setengah jam lagi. Gak bakal keburu nih. Sial… sial… sial…

Langsung aja tuh handuk ku tarik dan mandi. Mandi kilat tepatnya, dah kayak mandi ayam aja, gak sempat keramas karena takut kelamaan, tapi waktu section cuci muka dan sikat gigi itu harus full time dong, berabe kan kalau belek masih nongol.

Buru-buru pakaian, buru-buru dandan, bedak dicaplokin seadanya, kagak ada waktu pake pond’s, biarin deh bedaknya gak rata, yang penting keburu.

Restu, adikQ yg lagi asyik nonton Dahsyat, ku todong untuk meminjamkan motornya, abis kalo naik angkot lama nyampenya. Aku senang bgt waktu Restu ngijinin, tumben.

Tapi dasar aQ yang benar2 sial… motor Mio putih itu tiba2 ngambek dan gak mau nyala. Oh Gosh… udah jam sepuluh lewat. Apa yg mesti aku lakuin?
Well, sptinya aku harus nelepon nyokap biar aku yg pake motornya. Biar deh diomelin, yang penting bisa kuliah hari ini.

Brm… brum… brum…

Tiba2 tuh Mio nyala. Hore… eit, aQ mesti nelepon nyokap lagi agar gak usah datang. Kayaknya hari ini emang bukan hari keberuntunganQ deh, nyokap tiba2 nongol dengan wajah segarang singa yang siap menerkam. Oke… aku pasrah diomelin.

Well, setelah sesi panjang diceramahin sama ustadzah dadakan, nyokap, aku langsung tancap gas ke kampus. Gila… ku dah kayak yayangQ, Deni Pedrossa aja, ngebut-ngebut, gak peduliin bunyi klakson yang khusus ditujukan untukku karena berhasil nyalip, bahkan pas nikung, aQ gak berusaha untuk ngurangin kecepatan. Hehehe…. Orang2 kan gak pada tau, abis ku dah kayak kura2 ninja sekarang (pake scraf, kaos tangan, jaket, dan sepatu) gak ada yang bakal tau deh kalau itu avrilblue yang dulunya ngeri banget naik motor.

Well, aku berhasil sampai dalam waktu 10 menit. Rekor buatku. Aku berlari sekuat tenaga ke kelas. Damn! Kenapa kelasQ ada di lantai 2 sih! Setelah berhasil sampai, dengan nafas yang masih memburu aku masuk.

Cling! Dosennya kagak ada. Argh…!!!!!
Kata Mr. yasser dia masih berada di Jakarta. Crap!

Sekarang, apa yg mesti aku lakukan? Pulang? Sial!!!!!
READ MORE...

Inspirasi D'Massive=plagiat??!!


Hari minggu sore-sore gak tau mesti ngapaen, bete dan mati gaya. Wuih… nyalahin tv gak sengaja kecantol di acara gossip (Huh! Ketahuan deh suka nonton gossip). Eh… gak taunya ada gossip kalau d’massive tuh nyontek band-band luar negri gitu. What??!! Nyontek???

Well, aku udah curiga sih waktu d’massive ngeluarin 1st single mereka yang cinta ini membunuhku, abis aQ ngerasa intronya mirip banget sama band favorit aQ, I Don’t Love You-nya My Chemical Romance. Tapi aku gak mau suudzon dong, apalagi lagu2 setelah itu keren-keren dan asyik banget di dengar, apalagi yang lagu diam tanpa kata. Tapi gak taunya… lagu itu justru mirip banget sama awakeningnya switchfoot.


Aku speechless.

Terlebih saat mendengar host gossip itu membeberkan semua lagu2 yang mirip banget sama lagu d’massive lainnya. Here the list:

1. Lukaku = Drive by Incubus
2. Diam Tanpa Kata = Awakening by Switcfoot
3. Dilema = Soldier’s Poem by Muse
4. Cinta Sampai Disini = Into the Sun by life house
5. Cinta ini membunuhku = I Don’t Love you by My Chemical Romance

Untuk keterangan lebih lanjut kunjungi aja
http://www.youtube.com/watch?v=ZUmx8la3LTUf, video ini dibikin sama ex-massivers.

Ryan, vokalis d’massive sendiri sih ngomong kalau dia tuh terinspirasi sama band-band tersebut. Oke mereka terinspirasi, tapi gak masuk di akal aku aja gitu, terinspirasi kok aransemennya sampe mirip banget begitu? Ajaib! Hampir sealbum lagi.

Gimana yah perasaan band-band seperti MUSE, SWITCHFOOT, INCUBUS, etc. tau kalau musik mereka ada yang ditiru?
Susah-susah mereka bikin tuh lagu, pergi kesana-kemari cari inspirasi, gak makan dan gak minum, sampai2 gak tidur (didramatisir banget!) eh… malah dicontek seenak udik? Siapa yang gak marah?

Aku bukannya nuduh d’massive plagiat, I just have a big question in my head. Sebenarnya d’massive tuh terinspirasi atau plagiat sih!!???

Menurutmu?
READ MORE...

AvrilBlue's Life


When life show me a hundred reasons to cry I believe… life will show me a thousand reasons to laugh… I just need to wait the right time…

I wouldn’t ask someone to make me happy…

I believe to my self that I can get that happiness when I laugh every time I can,

Apologize when I should…

And let go what I cannot change…

Love deeply…
Play hard…

Forgive quickly but never forget…

Take chances…

Give everything…

And have no regrets…

My Life is too short to be unhappy…

I have to take a good with the bad…
Smile when I am sad…
Love what I have got…
Learn from my mistakes...
And always remember what I had…

If you don’t like me…
I don’t give you a shit…
Because I live don’t to please you…

Please don’t hate me because I’m pretty…
Hate me because you’re boyfriend thinks so… hehehehe… (just kidding)

Well, I just think that… my life is too short… I don’t wanna be cat women, wonder women, avril lavigne, or anything… I just wanna be the happy avrilblue ever after…

Hey! I’m not perfect…
But it’s me…
READ MORE...

Super Duper my final Exam


Sewaktu Mr. Yasser bilang kalau orang dari Singapore yang akan langsung mengawas final exam nanti, aku langsung deg-deg ser tidak karuan. Really? Kurang lebih dua orang yang akan datang, dan yang akan datang adalah kepala GCS sendiri, tambah MR. Yasser. Are you sure? Aku lemas. Aku tidak bisa membayangkan kalau mereka datang jauh-jauh dari Singapore, dengan biaya pesawat, hotel, etc. yang bisa dibilang tidak murah, hanya untuk mengawasi ujian kami yang cuman bertujuh orang. Sama sekali tidak ada ruang untuk menyontek, tidak ada ruang untuk berdiskusi, hanya mengandalkan diri sendiri. Aku stress… stress berat… mana tugas-tugas dari dosen menumpuk dan mesti diselesaiin sebelum orang Singapore itu datang. Busyeeeet….

Tenang avrilblue…. Calm down…

Oke, aku cuman berpikir untuk menyelesaikan semua tugas secepat dan seterbaik mungkin. Well, itulah aku… selalu ingin memberikan yang terbaik yang ku punya. Aku bekerja keras menyelesaikan tugas enam bab mata kuliah computer system fundamental dan architecture, belum lagi membuat kode java yang sama sekali tidak boleh ada error… (dari awal aku memang paling lemah di java), dan yang terakhir… tugas gampang-gampang susah dari Mrs. Maya… membuat database dari review 1 sampe 3. BUSYET! Rasanya pengin banget berteriak. Tapi deadline makin mendekat, orang Singapore itu sebentar lagi akan datang, dan tekanan semakin kuat… aku kolaps… kena tifus…

Tuhan, apalagi ini? Kena tifus saat aku mau ujian? Harus istirahat full di atas tempat tidur, gak boleh banyak bergerak apalagi banyak berpikir… bagaimana cara aku belajar????!!!!!!

Bayangin… selama seminggu makan bubur, minum banyak-banyak air putih dan berusaha menjauhkan pikiranku dari final exam supaya tidak stress….itu Bukan aku banget. Apa yang akan ku jawab di ujianku nanti?????

Miss Kiki nelepon, Mr. Yasser nelepon, semua orang menelepon cumin pengin mastiin kalau aku bisa hadir di final exam nanti. Betapa perhatian mereka…

Dan disinilah aku sekarang… berhasil melewati final exam dengan soal English dan jawaban English pula. Orang Singapore yang datang itu adalah Mr. William Go dan Mr. Tony. Oke biar aku deskripsikan kedua dosen nan jauh di sana itu.

Mr. William Go perawakannya seperti principle-principle biasanya, perut rada buncit, rambut menipis, pakai kacamata, dan kulit kuning langsat. Dari caranya bicara, aku menarik kesimpulan kalau dia berasal dari china… meski englishnya lancar, tapi aku kenal aksen cina itu…

Beda lagi dengan Mr. Tony, perawakannya hampir mirip dengan Mr. Go, cuman rambutnya tebal hitam dan tidak pake kacamata, aksennya mirip aksen inggris, tetapi wajahnya lebih mirip orang… duh… aku gak tau orang apa… belasteran gitu deh.

But at least, yang aku suka dari kedua dosenku ini adalah… mereka super duper ramah… kata-katanya sopan seakan-akan kami semua ini adalah mahasiswa terbaiknya, mereka mensupport kami untuk menghadapi ujian-ujian besok, and wish us luck. Entalah… mungkin karena melihat senyum manisku yang baru sembuh dari tifus yang membuat mereka lembut begitu… (Jangan percaya kalimat yang ini… narsis doang!)

Mr. Tony memberi kartu mahasiswa kepada kami sedangkan Mr. Go memberi kami sebuah kalender dengan lambang GCSS (Genetic Computer School Singapore). Well, simple… but I really-really speechless.

Sayangnya Mr. Go harus pulang besok sore, jadi kami tidak bisa foto bareng dengan Mr. Go pada hari terakhir ujian…
Entahlah… aku merasa perasaanku campur aduk selama empat hari itu. Senang bisa ketemu kedua dosen singaporeku itu, senang bisa mengerjakan ujian office application, computer system, and PTJ dengan mengerahkan seluruh kemampuan terbaikku. Mau remedial… urusan belakang…, senang bisa foto bareng, dan sedih karena soalnya susah-susah… Fiuh!
3 banding 1... lebih banyak senengx dong...
READ MORE...

Dhidie, aQ, dan Echa ^_^

aQ dhidi, dan Echa nonton The Mist di M'tos tadi malam. sumpah, aQ senang banget bisa ketemu mereka lagi, secara... udah lama gak ketemu... kangen booo...

kita ketemu dengan niat yang tulus untuk ditraktir dhidi yang ulang tahunnya tgl 10 kemaren. dan jadilah kita bertiga duduk sejajar dan memusatkan seluruh jiwa dan raga untuk menonton The Mist itu.

well, filmnya cukup menegangkan buatku. dari dulu aku memang suka film yang memacu adrenalin, walaupun takutnya memang... hnm... takut. but, you know? aQ nangis... again. ya... aku nangis nonton tuh film, sama kayak aQ nangis sewaktu nonton film spiderman 3, kung fu panda, dan harry potter and the goblet of fire. bahkan sampai sekarang aku masih teutep aja nangis kalau nonton film Titanic yang entah sudah keberapa juta kalinya ku tonton.
aQ cengeng....???? aQ nggak tau. aku cuman suka aja melibatkan seluruh perasaan sedih, marah, senangku saat nonton film dan membayangkan jika aku yang mengalaminya.


but well, aku benci banget sama endingnya The Mist. ending yang penuh dengan penyesalan. yang akan selalu mengingatkan tentang besarnya penyesalanku karena tidak menahan makhluk adamQ itu untuk tidak pergi.
aku masih ingat, saat dimana aQ hanya diam menatap kepergiannya. aku masih ingat ketika punggungnya bergerak menjauh... dan aku masih ingat... betapa menyakitkannya hal itu. dan film itu yang mengingatkanku...
yeah... aku kepengin banget mencekik leher makhluk adam itu karena telah berhasil membuatku semenyesal ini sekarang.

aku selalu berpikir, kalau aku sama sekali tidak bisa melupakannya. tapi kayaknya tidak juga, karena untuk sepersekian jam aku melupakannya dan memfokuskan diriku untuk membaca ayat kursi sebanyak-banyaknya saking takutnya pas naik diangkot untuk pulang ke rumah tadi malam. saat itu kira-kira pukul sebelas malam. jarang banget angkot yang lewat, eh... sekalinya lewat, isinya cowok semua plus merokok lagi. oh... God!!!! aku takut. sumpah, aku nggak mau lagi naik angkot sendirian, malam-malam pula.
AKU TIDAK MAUUUUUU!!!!!!!!
aku takut kalau cowok-cowok yang kurang lebih berjumlah delapan orang itu berniat untuk mencelakakanku. tampangnya sangar-sangar pula. ihh ngeri banget deh pokoknya.
"Ade', alergi asap rokok yah?" Kata seseorang.
aku bergeming dan melemparkan senyum tipis. sepertinya mereka baik.
hehehehehehe....
atau aku saja yang terlalu berburuk sangka?


well, all of all, aku tetap seneng banget bisa kumpul bareng Echa dan Didi. kapan-kapan ketemuan lagi yah...
dan khusus buat didi2, sering-sering aja nraktirnya. hehehehe
READ MORE...

akhirnya.... aku bisa juga!!!!! ^_^

oke, mungkin bagi kalian2 yang pemberani bakal bilang, "Ih... cemen." atau ,"Ih... gitu aja bangga.
terserah deh... tapi jujur, aku bukan orang yang pemberani, aku penakut banget kalo masalah ini. NAIK MOTOR!!!
but see, akhirnya aku bisa juga membelah jalan raya yang ramainya kagak nahan itu dengan motor jupiter hitam kepunyaanku.
aku tidak langsung bisa loh... aku telah melewati berbagai peristiwa hingga aku bisa:
here the list....

1. dimarahin mama karena aku sebagai kakak tertua, yang paling tidak tau dan takut banget untuk naik motor. see, aku selalu yang diantar sama adik, "APA ITU NGGAK KEBALIK!!!"

2. Direndahin papa karena aku bisa speaking english tapi susah banget naik motor.

3. dan nabrak taksi saat aku bilang kalau aku bisa naik motor tapi nyatanya ngasih naik persneling aja susssahnya minta ampun.

well, aku mau belajar. aku nanya ini-itu sama mama, sampai-sampai tata cara isi bensin pun aku tanya.
and finally, aku lah yang ngantar adik sekarang pergi les dan dengan pintarnya aku naik motor, aku udah ga nyusahin orang lagi, dan sedikit bermanfaat tentunya.
READ MORE...

bollywood... o... bollywood

Ga tau kenapa akhir-akhir ini aQ doyan banget lihat film India, apalagi kalo di film itu ada Shah Rukh Khannya. aQ jadi senyum-senyum sendiri, goyang-goyang sendiri, sampai-sampai aQ jadi hafal liriknya.

Sumpah, aQ lagi gak ngidam nonton SRK kok. Mungkin aQ cuman kangen nangis, ketawa-ketawa, dan nyanyi-nyanyi dalam waktu yang bersamaan kalo lagi nonton film bollywood. Atau mungkin karena akhir-akhir ini kuliah aQ jadi tambah ruwet dan memusingkan? Bisa jadi keduanya.

aQ pernah baca novel yang bilang kalo dia benci banget sama film India, pokoknya yang ada nari-nari sama nyanyi-nyanyinya deh- karena setiap masalah tidak harus diselesaikan dengan menari dan menyanyi.

Oke, kata-katanya yang bilang kalo setiap masalah tidak harus diselesaikan dengan menari dan menyanyi memang ada benarnya. tapi setidaknya dengan menari dan menyanyi membuat suasana hati kita berubah senang kan? Sehingga kita bisa menghibur diri dan melupakan sejenak setiap masalah yang menimpa hidup kita.

Cie… gayanya.

Itu sih menurut aQ. Bukannya aQ tidak menghargai film dalam negeri. Tapi apa ada film dalam negri yang pake nyanyi sama nari? aQ belum pernah nonton tuh, makanya aQ masih doyan nonton film India.

Ada yang suka nonton juga nggak di sini?
READ MORE...

My Jack, where are you?

Sore ini seperti sabtu sore biasanya aQ sempetin untuk nonton reality show favorit aku, termehek-mehek, tau kan? Itu loh yang nyariin orang untuk dipertemukan dengan orang yang pengin ditemuinya.
aQ duduk manis di depan televisi dan menonton. Pokoknya setiap kali aQ nonton tuh acara, rasanya deg-degan mulu, well… terlepas dari benar tidaknya (tapi aQ percaya itu benar).

Kali ini, kliennya adalah adik dari seorang cewek yang tengah hamil lima bulan namanya Radit, dia kepengin nyari cowok namanya Aldi yang udah menjalin hubungan dengan kakaknya selama sepuluh bulan yang sebagai pihak yang paling-paling-paling bertanggung jawab atas kehamilan kakaknya itu.

Oke, dari awal mendengar kata-kata “hamil dan mau bertanggung jawab” aQ udah kepengin banget liat muka tuh cowok yang sumpah chicken banget, beraninya berbuat doing, tapi lepas tanggung jawab.

Setelah cowok yang bernama Aldi ini dicari ke tempat-tempat yang dicurigai sebagai tempat Aldi bersarang, sampailah Panda dan Mandala di sebuah rumah yang rasa-rasanya mereka kenal. Well, ternyata itu rumah istri Aldi yang ternyata juga menjadi klien Panda pada bulan Agustus lalu dan kasusnya belum selesai sampai sekarang mengenai suaminya yang ia duga selingkuh.

Tau endingnya? Ternyata Aldi ini udah punya istri dan tiga orang anak sementara dia berselingkuh dengan kakaknya Radit sampai hamil –niat dinikahin pula-
Sumpah, bukannya aQ mau mengumpat atau semacamnya, tapi aQ kecewa aja sama cowok yang namanya Aldi itu. Mungkin kata-kata sekotor apapun tidak bisa menggambarkan bagaimana pecundangnya dia.

You know what? Ternyata ceritanya belum sampai di sini. Ceritanya masih panjaaaaaaaaaaaang…. Saking panjangnya sampai-sampai pacar Aldi yang ada di Sukabumi terungkap. Awalnya cewek itu tidak percaya dengan kelakuan Aldi yang udah punya istri dan cewek simpanan pula, tapi setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri, sepertinya dia siap banget untuk memberikan kejutan yang paling mengejutkan di hidup Aldi.

Cewek itu menyuruh Aldi untung dating ke rumahnya. Saat Aldi dating, bogem mentah dari tangan Radit langsung mengenai wajahnya. Amukan dari istrinya langsung menyerbunya. Asli, aQ bete banget liat Aldi itu. Apalagi saat dia berkata,
“Aku sayang kalian bertiga.”
“Aku akan bertanggung jawab dengan kamu, tapi lahir aja belum tuh anak udah minta tanggung jawab aja.”
“Wajarkan kalo cowok punya cewek banyak?”
Trus dia bilang sama istrinya, “sayang, aku nggak sengaja ngelakuin ini semua. pokoknya kamu tetap yang pertama, tidak akan jadi yang kedua.”
WHAAAAAT!!!!!
Asli nih cowok loser banget, pecundang dan …. Oh God, aQ tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan ketiga cewek yang telah ditipu mentah-mentah sama pecundang yang bernama Aldi itu.
aQ speechless. aQ yang sudah menangis tersedu-sedu saat makhluk adam itu meninggalkan aQ, aQ sadar… kalau ternyata masih ada orang yang lebih menderita daripada aQ (baca: dalam masalah cinta). Toh dia meninggalkan aQ untuk kebaikanQ, bukan karena ada cewek lain dan semacamnya. Hnm… aQ jadi merindukannya lagi.

aQ berpikir… apa semua cowok seperti itu?

aQ berharap tidak. Karena jauh di lubuk hatiQ yang terdalam, aQ percaya… setidaknya ada seseorang yang akan seperti Jack (di film Titanic) yang akan melakukan apapun agar hidup Rose lebih berwarna dan indah, bahkan dia rela mengorbankan nyawanya sendiri demi nyawa Rose agar selamat.
READ MORE...


up