Tampilkan postingan dengan label My Own Me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Own Me. Tampilkan semua postingan

An unexpected moment - Mr. Big

"Wow...!!!"
jika mengingat lagi kejadian semalam... aku cuman bisa mengatakan tiga huruf itu...
well, Yeah, I got an unexpected moment last night...
terjadi begitu saja... tidak ada rencana hari itu...

well, memang sebulan lalu, sewaktu poster besar Guiness Arthur's Day yang menjadikan Mr. Big sebagai bintangnya, aku dan Mine sudah meyakinkan hati untuk menonton konser itu. kami tidak pernah pergi ke konser berdua sebelumnya, jadi kami sangat bersemangat menyambutkonser itu.

but, ketika hari H-nya semakin dekat, dompet kami juga semakin menipis. Dan dengan hati yang berusaha disabar-sabarkan, kami ikhlas tidak menonton konser itu. toh, kami tidak mengetahui semua lagu Mr. Big... toh uang yang dipake beli tiket konser bisa dipakai untuk keperluan yang lebih penting... dan masih banyak "toh-toh" lainnya untuk mensugesti diri sendiri agar tidak usah nonton konser itu...

10 Desember 2011...
Malam minggu...
kerena seharian aja di rumah, aku pun mengajak Mine untuk makan pisang epe di dekat anjungan pantai Losari. udah lama juga nggak ngerasai manisnya rasa pisang yang dicampur dengan saos gula jawa dan parutan cokelat.
jadilah kami berangkat malam itu..
dan ketika lagi berdandan, mama tiba-tiba nyeletuk kalau papa telat pulang ke rumah karena lagi pengamanan di Trans Studio Makassar karena lagi ada konser disitu...

"Konser apaan sih?" Mama bertanya.

Ting...

otak aku langsung respon dong...

"Konsernya Mr. Big mam..." jawabku.



ketika Mine datang untuk menjemputku, aku pun mengatakan apa yang baru saja mama ucapkan. dan ide itu pun muncul...


"Emang kita bisa masuk gratis????"

well, tidak ada salahnya mencoba...
aku pun menelepon papa dan papa menungguku di pintu masuk tempat konser itu diadakan...
a little bit nervous...
bisa nggak yah...

and guess what...

bisa...

aku masuk..

yess...

Mine juga bisa masuk...

Alhamdulillah...

dan konser itu pun di depan mata...


Lucu juga kalau mengingat cara Dewi, adikku, masuk di konser itu...
hhahaha
dia datangnya telat... konser sudah mau selesai ketika dia berada di depan pintu masuk... sebagian orang udah pada keluar dan lampu panggung sudah dimatikan...

masih terdengar teriakan dari penonton di depan, "We Want More... We Want More...!!" yang masih enggan melepaskan kepergian Mr. Big...
yeah, I Know, that's not the end... lampu menyala lagi dan Mr Big kembali bernyanyi... orang-orang yang tadinya keluar, pada masuk lagi...
dan Dewi, dengan lincahnya, mengikuti kerumunan orang tersebut... How's tricky... dia berhasil masuk ke konser tersebut...

hnm... Memang ya, kalau Allah sudah berkehendak itu, apapun bisa aja terjadi... aku dan Mine sudah merencanakan untuk datang di konser itu... tapi karena uang yang tidak mencukupi, kami pun membatalkannya...

but now, I'm, Mine, and my tricky sista, Dewi, in that concert... mendengar suara vokalis Mr. Big yang mengagumkan dan ikut berRock n Roll ria... hhehehe

"Oh... baby... baby... It's a Wild World..."
READ MORE...

Valentine Hari Ini...

valentine hari ini…

eng, menghabiskan waktu dengan yang terkasih. orang tua, adik-adik dan my beloved Mine.

makan hot plate sepuasnya… sampai dua piring euy… gile bener selera makanku… berharap Mine tidak illfeel melihatku banyak makan. tapi pas aku tanya, eh… dia malah senang aku banyak makan. asik ee…

jalan bareng Mine sepanjang hari ini sampai badan pegal-pegal dan lelah menderaku. mengenang percintaan masa lalu kami agar mengenal pribadi masing-masing lebih dalam lagi.

dapat award dari blok tetangga.. thanks ya Tom-kuu atas awardnya…

here’s my 1st award..

Photobucket


happy valentine’s day all…
READ MORE...

A Gift For Me from Mine


Aku ingat, dulu, ketika tidak ada dia, semuanya terasa berat, semua beban ku pikul sendiri, aku berusaha menyembunyikan airmataku agar terlihat kuat dan tegar, tapi akan menangis di malam hari ketika semua orang telah tertidur.

aku ingat, dulu, ketika belum ada dia, semua ku tanggung sendiri, setiap senti rasa sakit yang ku rasakan, setiap senyumku yang merekah, setiap rasa sesal yang menyelinap masuk di dada, semuanya… ku rasakan sendiri.

aku ingat, dulu, ketika aku belum bertemu dengannya, diriku sendiri sajalah yang selalu menghibur diriku juga saat ku susah, hanya bergantung pada diriku sendiri, membahagiakan diriku sendiri, menyeka airmataku sendiri, karena ku tau, takkan ada orang yang peduli.

tapi kini semua berubah ketika ada dia. well, awalnya aku merasa risih, kenapa dia tiba-tiba menyeruak masuk ke dalam kehidupanku dan tololnya aku pasrah saja ketika dia mengobrak-abrik perasaanku yang ada di dalamnya.

tak butuh waktu lama untuk menyadari kehadirannya, ketika dia sudah ada, semuanya terasa ringan, langkahku terasa melayang, hanya karena genggamannya. Dialah yang menggores senyum itu di bibirku ketika aku sedih, mengeluarkan lelucon-lelucon yang akan membuatku tertawa terpingkal-pingkal. dialah yang selalu berdiri di belakangku hanya untuk menjagaku dari tangan-tangan jahil yang hendak melukaiku. dialah yang menyeka airmataku, ketika aku tak sanggup lagi menahan kesedihanku. dan ketika airmataku terus turun, dan tak sanggup untuk di seka, dialah orang yang akan menangis bersamaku.

Kini aku menyadari, kehadirannya merupakan hadiah terindah dalam hidupku yang kelam. setiap tatapannya adalah keajaiban. dan aku akan melakukan apa pun agar mata itu tetap memancarkan cahayanya.

Terima Kasih Tuhan karena telah memberikanku hadiah yang paling istimewa.
READ MORE...

Being One

Aku dan Kamu Bertengkar

Well, aku ingin menceritakan tentang obrolanku dengan Mine kemarin malam di warung Bakso Menanti yang terletak di depan kompelks rumah. Kami memang sering makan di warung Bakso itu, selain karena rasa baksonya yang menakjubkan, juga karena pemilik warungnya ramah dan sopan.

Ok, forget the meatballs…

selesai makan bakso, karena hujan turunnya tiba-tiba dan langsung deras banget, maka jadilah kami duduk-duduk sebentar sekalian beradaptasi dengan perut yang mulai membuncit karena kekenyangan. kami ngobrol tentang segala hal waktu itu. Tentang kenapa dia bisa menyukaiku dan aku menyukainya, tentang masa SD kami, sampai kami mencela kejelekan masing-masing yang bikin kami tertawa terpingkal-pingkal malam itu.

Aku mengejek Mine karena malas mandi dan sifat posesifnya, dan sifat cemburunya, yang baru aku sadar ternyata kejelekannya itu menulariku. yah, dengan sangat berat hati, aku mengaku kalau penyakitnya yang malas mandi dan posesif dan cemburuannya itu tertular padaku. aku jadi malas mandi dan, entah kenapa, karena aku tidak pernah seposesif dan secemburu ini dengan pacar-pacarku yang dulu menjadi sangat posesif dan cemburu padanya. fiuh… bikin makan ati aja nih penyakit.

karena Mine nggak mau kalah, dia mengejekku juga sebagai cewek yang cengeng, apa-apa nangis, bahagia nangis, stress nangis, bahkan lebih-lebih kalau sedih, nangisnya jadi banyak. hhhuuaaaaa…

aku pasang tampang sebel ke dia.

terus dia bilang, sifat cengengku itu menular juga ke dia. Aku bergeming, dan memutar waktu ke hari-hari yang lalu dimana dia meneteskan airmatanya. aku ingat, setiap kali ada masalah dengan hubunganku dengannya, ia menangis, dan berkata dengan lirih kalau takut kehilangan aku. hhh… jadi sedih deh ingatnya. padahal, sebelum kami jadian, masih tahap pedekate.. ceileh… dia bilang kalau dia susah nangis, “Masa cowok nangis sih?!” begitu katanya dulu..

aku juga masih ingat, saat kami menangis bersama untuk hubungan kami yang ingin dirusak orang. aku sempat terpengaruh dengan omongan orang itu. Aku pertama kali melihatnya menangis karena tak ingin kehilangan aku. dan aku sadar, aku tidak ingin kehilangan dia. Mine orang pertama yang menangis hanya untukku. Dan aku takkan melupakan hal itu.

Aku dan Kamu Menjadi Satu.

well, setelah hujan agak reda, kami keluar dari warung dan bergegas memakai jas hujan. sebenarnya, proses memakai jas hujan itu bisa berjalan beberapa detik saja, tetapi menjadi beberapa menit karena kami melewatinya dengan tertawa bersama dan saling mengejek lagi.

well, kejelekan kami-lah yang menyatukan kami…
READ MORE...

C++ Killing Me Softly

parah… parah… parah…

inikah seseorang yang ingin menjadi seorang programmer??
baru dikasih tugas yang ribet sedikit(bagi yang ahli) dan ribet banyak(bagi yang tidak ahli, itulah saya), udah mengeluh dan pantang semangat.

nggak nemu logikanya. nggak nemu rumusnya. apanya yang salah dari program yang saya buat? saya sendiri bingung. Perasaan, setelah dicek dengan teliti, rumus dan logikanya oke-oke aja tuh.

eng ing eng… setelah bergulir di depan laptop sampai jamuran. akhirnya aku bisa menyelesaikan program sederhana yang aku buat. thanks God, thanks my parents, my sista and brother, my love, I love u so much much mucccaaah…


well, aku disuruh bikin program membuat struk belanja dari sebuah minimarket dengan menggunakan bahasa c++ oleh dosen. waktu bikinnya cuman empat hari. whaat?? are you kidding me?

stress deh eike..

putar otak kanan dan putar otak kiri, akhirnya struk belanjanya bisa jadi…

dengan bangga saya persembahkan…

teng tedeng tedeng…




READ MORE...

Letto - Sampai Nanti Sampai Mati



well, kalau saya ditanya tentang lagu yang menginspirasi saya tetap optimis dan menjalankan sesuatunya dengan usaha terbaik saya, saya akan menjawab lagunya Letto- Sampai Nanti Sampai Mati.

selain suara dari vokalisnya yang merdu, juga arti dari lagu ini sangat kuat menurutku. penuh motivasi dan sangat berarti.

here’s the lyric…


kalau kau pernah takut mati, sama
kalau kau pernah patah hati, aku juga iya
dan seringkali sial datang dan pergi
tanpa permisi kepadamu suasana hati
tak peduli

*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
kalau kau kejar mimpimu, selalu
kalau kau ingin berhenti, ingat tuk mulai lagi
tetap semangat dan teguhkan hati
di setiap hari sampai nanti, sampai mati

kadang memang cinta yang terbagi, kadang memang
seringkali mimpi tak terpenuhi, seringkali

tetap semangat dan teguhkan hati
di setiap hari sampai nanti
tetap melangkah dan keraskan hati
di setiap hari sampai, sampai mati
sampai mati

jadi, buat kalian yang patah hati, putus asa, dan keras hati, selalu ingat, tidak cuma diri kita di dunia ini yang mengalami hal tersebut. banyak orang lain di luar sana yang mengalaminya dan justru bisa maju dan sukses karena berhasil menjadikan perasaan terluka itu sebagai motivasinya untuk membuktikan dirinya bisa kepada yang menciptakannya.

Keep spirit!!!


READ MORE...

Being Princess

Aku teringat pernah membaca sebuah kata yang bertuliskan, “I’m not waiting for a prince. I’m waiting for the one who thinks I’m his princess.”

aku langsung saja menyukai kata-kata itu dan aku meyakininya dalam hati. aku menginginkan seseorang yang menjadikanku putrinya.


Rasanya sudah lama sekali saat sesudah aku membaca kata-kata itu. Waktu terus berlalu hingga aku beranjak dewasa dan mulai mengerti sedikit-demi-sedikit arti kata ‘putri’ dan ‘menunggu’. Ternyata bukan cuma mimpi yang diperlukan untuk membuatnya menjadi nyata.


aku pernah merasakan manisnya di manja bahkan pahitnya dikhianati. melihat ketulusan dimata orang yang kau kasihi sekaligus melihat kebohongan di matanya.


awalnya aku merasa gigih dan tidak akan menyerah.


Tapi semua rasa pahit yang ku alami belakangan ini mengendurkan semangatku hingga aku memutuskan untuk diam. tak bergerak. bahkan tidak menunggu lagi.


Melihatnya waktu itu untuk yang pertama kalinya mendebarkan jantungku. sebuah perasaan aneh ketika aku sudah memutuskan untuk menyerah. aku masih ingat, pertama kali aku melihatnya saat bermain gitar. suaranya menyanyikan entah lagu apa, aku sudah lupa, melekat dan berdengung terus di telingaku. Oh God, aku merasa jatuh cinta.


Aku mulai merasakan semangat itu lagi. Semangat mendapati seseorang yang ingin menjadikanku putrinya. aku mencoba segala yang aku bisa. mendekatinya. ngobrol dengannya. hanya agar bisa mendengar suaranya yang selembut beledu itu. oh, bahkan tawanya bisa membuat duniaku ikut tertawa.


Well, sayangnya semua itu tidak berlangsung lama. Ia memiliki seseorang yang ia puja dan ia ingin wanita itu menjadi putrinya. Rasanya seperti Cinderella yang batal pergi ke pesta dansa waktu aku mengetahuinya.


aku menelan pahit lagi. memejamkan mata dan merasakan kegelapan itu menyergapku kembali.


sampai pada suatu malam aku mengingat kata-kata itu lagi. aku tertegun. dan mendapati diriku menangis, bukan menangis penuh duka, tapi airmata yang keluar begitu kuat. aku mendapatkan kekuatanku kembali. aku tidak ingin terlalu larut dan tidak akan membiarkan diriku menjadi lemah dan tidak berdaya. aku tidak akan menunggu seseorang yang akan menjadikanku putrinya, tapi akulah yang akan membuat pria itu sebagai pangeranku.


Butuh usaha keras. Tapi aku akan terus mencoba.


Well, siapa yang tidak tau kalau rata-rata laki-laki di dunia ini sangat suka gadis liar dan nakal, suka memakai pakaian seksi dengan dandanan mencolok. Membuatku minder dan tidak percaya akan diriku sendiri. Tapi itu dulu, sekarang aku belajar mencintai diriku sendiri. Dan tanpa ku sadari, tak hanya aku yang mencintai diriku, orang yang tak kusangka yang pernah hadir dan sempat mengacaukan detak jantungku dulu juga ikut mencintaiku.


Dia datang membawa cinta, melukis senyumku yang paling merekah, hingga tanpa sadar tercetak lobang kecil di kedua pipiku membentuk lesung. Detak jantungku yang mulai normal, kembali terpacu, seakan-akan rongganya tak cukup muat untuk menampung getaran yang ku rasakan. Tapi tunggu, aku tidak ingin dia merasakan cintaku dengan begitu mudah setelah ia membuatku menunggu terlalu lama hanya karena wanita yang ia kira Cinderella itu.


Aku hanya ingin membuatnya benar-benar menjadi seorang pangeran di hatiku. Bukannya seseorang yang datang lalu pergi sambil meninggalkan luka yang menganga di hatiku. Bukan…


Mungkin sedikit kejam.Tapi aku hanya ingin tau, apa ia pantas menjadi pangeran yang selama ini aku yakini? My real prince charming?!


aku membuatnya menunggu lama saat aku sedang rapat. Dan aku merasakan emosinya bukan karena waktunya yang habis karena terlalu lama menungguku, melainkan cemburu dengan teman satu rapatku.


Aku tersenyum.


Aku membuatnya seolah-olah merasa tidak berarti di mataku agar ia berusaha keras membuatku terkesan. Ia mengajakku melihat matahari terbit, matahari terbenam, bahkan melihat bintang jatuh di malam hari.


Aku kembali tersenyum.


Aku tidak membalas smsnya secepat yang aku bisa. Tidak terlalu memedulikan perhatiannya. Bahkan tidak memperhatikannya, seolah-olah ia tidak ada. Tetapi ia tetap mendekatiku dan memerhatikanku, bahkan tidak hanya itu, ia menawarkan perlindungan dan candaan yang sering kali membuatku tertawa terpingkal-pingkal.


Aku tersenyum lagi.


Semua senyum itu aku rangkai menjadi satu, hingga membentuk sebuah kesimpulan I found the one who thinks I’m his princess. Aku memang tidak memiliki gaun indah dan sepatu kaca, juga ibu peri yang bisa mengubahku menjadi cantik jelita. Tapi aku memiliki seseorang yang menyayangiku apa adanya dan selalu membuatku merasa cantik bahkan tanpa make-up.


akhirnya aku merasakannya… tertawa bersama... menangis bersama... berusaha bersama...


Rasanya seperti ingin terus berdoa semoga kebahagiaan ini tidak berakhir selamanya.


READ MORE...

My Prince Charming

aku tau seberapa sulit jalan yang aku tempuh hingga akhirnya aku bisa merasakan hal ini untuk yang pertama kalinya. aku ingat, setelah keempat kalinya aku mencoba, aku mulai merasa takut, tidak percaya diri, dan selalu ingin tampil sempurna, selalu ada, agar mereka yang ada di sisiku saat itu tidak pergi meninggalkanku.
tapi ternyata apapun yang aku lakukan, tidak akan pernah mengubah takdir. never ever.

till I found my own destiny, him, my prince charming.

dia selalu bilang kalau dia adalah pangeran kodok saat aku memanggilnya my prince charming, dan dia selalu menyebutku tuan putri. tidak sadarkah ia bahwa akulah yang merasa sebagai putri kodok?

aku ingat bagaimana derasnya airmataku mengalir pada cowok-cowok yang sebelumnya. dikhianati, dibohongi, bahkan sampai ada yang mencuri barang-barangku. damn it!!

well, jika aku harus merasakan semua kepahitan itu agar bisa bersama dengannya seperti sekarang ini, it’s ok.


pertama kalinya dalam hidupku, aku diperlakukan sebagai ratu.
dan aku berharap ini akan berlangsung selama waktuku dan waktunya.

dia selalu mengatakan bahkan meng-sms dengan hal yang sama yang selalu membuat air mataku menitik haru, “Mine (panggilan sayangku)… aku betul-betul sayang kamu. aku nggak mau kehilangan kamu. hanya kamu yang ku sayang. please don’t leave me. I really love u mine. do you know I’m a lucky man? cause I have u sayang. only you in my heart. I need you. trust me sayang.”

belum lagi perhatiannya, rasa cemburunya yang seksi, perlindungannya, candaannya yang menghiasi hari-hariku, tangannya yang menyeka airmataku, dan kata-katanya yang ingin menghabiskan waktu hingga kakek-nenek denganku, ingin punya anak segudang, punya keluarga yang bahagia, aku bisa merasakan keseriusan itu dari suara dan sorot matanya. dia membuatku bebas menjadi diriku sendiri.

mungkin aku terlalu larut dengan perasaan. tapi aku sungguh bahagia Tuhan. aku hanya ingin bilang, "I’m a lucky girl”. READ MORE...


up