Say, "Bye"

Kak Tika, keponakanku, Nadia, dan adik sepupuku, Theo, akhirnya terbang menuju Papua tempat tinggal mereka sebenarnya setelah hampir sebulan berada di Makassar. Jarak antara Makassar dan Papua terpisah beribu-ribu mil jauhnya. Aku berinisiatif mengantar mereka kebandara bareng ortu dan nenek. Karena aku gak bakal tau kapan bisa bertemu mereka kembali.

Well, aku salah satu orang yang paling tidak menyukai yang namanya ‘perpisahan’. tapi itu pasti terjadi. Setiap pertemuan, cepat atau lambat kata perpisahan pasti akan terucap. Entah dengan rasa sedih, dengan berpura-pura bahagia dan sok tegar, atau karena keadaan yang mengharuskannya.

Setiap perpisahan itu terjadi , aku selalu merasa kehilangan, merasa sedih, dan akan sulit kembali beradaptasi tanpa kehadiran orang tersebut. Tanpa suaranya, tanpa tawanya, tanpa semua-muanya dari mereka yang pernah hadir dan pergi lagi.

Terkadang aku berpikir, aku tidak ingin bertemu siapapun, tidak ingin mengenal apapun, karena aku tau… dia akan pergi. Membuatku kembali berusaha menjalani hidup tanpa kehadirannya. Aku benci perubahan seperti ini. Orang baru hadir, sedangkan orang lama pergi sementara aku masih membutuhkan mereka.

Betapa sulit hal itu bisa diterima.
READ MORE...

The Best Damn Day That My eyes Have Ever Seen

Aku pengen banget ngeliat bintang jatuh dengan mata kepalaku sendiri. aQ pengen ngeliat kuasa Tuhan yang cantik itu. Eh… pas ngeliat, tau2 cuman mimpi. Pas bangun, busyet… udah setengah 10, kuliah tinggal setengah jam lagi. Gak bakal keburu nih. Sial… sial… sial…

Langsung aja tuh handuk ku tarik dan mandi. Mandi kilat tepatnya, dah kayak mandi ayam aja, gak sempat keramas karena takut kelamaan, tapi waktu section cuci muka dan sikat gigi itu harus full time dong, berabe kan kalau belek masih nongol.

Buru-buru pakaian, buru-buru dandan, bedak dicaplokin seadanya, kagak ada waktu pake pond’s, biarin deh bedaknya gak rata, yang penting keburu.

Restu, adikQ yg lagi asyik nonton Dahsyat, ku todong untuk meminjamkan motornya, abis kalo naik angkot lama nyampenya. Aku senang bgt waktu Restu ngijinin, tumben.

Tapi dasar aQ yang benar2 sial… motor Mio putih itu tiba2 ngambek dan gak mau nyala. Oh Gosh… udah jam sepuluh lewat. Apa yg mesti aku lakuin?
Well, sptinya aku harus nelepon nyokap biar aku yg pake motornya. Biar deh diomelin, yang penting bisa kuliah hari ini.

Brm… brum… brum…

Tiba2 tuh Mio nyala. Hore… eit, aQ mesti nelepon nyokap lagi agar gak usah datang. Kayaknya hari ini emang bukan hari keberuntunganQ deh, nyokap tiba2 nongol dengan wajah segarang singa yang siap menerkam. Oke… aku pasrah diomelin.

Well, setelah sesi panjang diceramahin sama ustadzah dadakan, nyokap, aku langsung tancap gas ke kampus. Gila… ku dah kayak yayangQ, Deni Pedrossa aja, ngebut-ngebut, gak peduliin bunyi klakson yang khusus ditujukan untukku karena berhasil nyalip, bahkan pas nikung, aQ gak berusaha untuk ngurangin kecepatan. Hehehe…. Orang2 kan gak pada tau, abis ku dah kayak kura2 ninja sekarang (pake scraf, kaos tangan, jaket, dan sepatu) gak ada yang bakal tau deh kalau itu avrilblue yang dulunya ngeri banget naik motor.

Well, aku berhasil sampai dalam waktu 10 menit. Rekor buatku. Aku berlari sekuat tenaga ke kelas. Damn! Kenapa kelasQ ada di lantai 2 sih! Setelah berhasil sampai, dengan nafas yang masih memburu aku masuk.

Cling! Dosennya kagak ada. Argh…!!!!!
Kata Mr. yasser dia masih berada di Jakarta. Crap!

Sekarang, apa yg mesti aku lakukan? Pulang? Sial!!!!!
READ MORE...

Inspirasi D'Massive=plagiat??!!


Hari minggu sore-sore gak tau mesti ngapaen, bete dan mati gaya. Wuih… nyalahin tv gak sengaja kecantol di acara gossip (Huh! Ketahuan deh suka nonton gossip). Eh… gak taunya ada gossip kalau d’massive tuh nyontek band-band luar negri gitu. What??!! Nyontek???

Well, aku udah curiga sih waktu d’massive ngeluarin 1st single mereka yang cinta ini membunuhku, abis aQ ngerasa intronya mirip banget sama band favorit aQ, I Don’t Love You-nya My Chemical Romance. Tapi aku gak mau suudzon dong, apalagi lagu2 setelah itu keren-keren dan asyik banget di dengar, apalagi yang lagu diam tanpa kata. Tapi gak taunya… lagu itu justru mirip banget sama awakeningnya switchfoot.


Aku speechless.

Terlebih saat mendengar host gossip itu membeberkan semua lagu2 yang mirip banget sama lagu d’massive lainnya. Here the list:

1. Lukaku = Drive by Incubus
2. Diam Tanpa Kata = Awakening by Switcfoot
3. Dilema = Soldier’s Poem by Muse
4. Cinta Sampai Disini = Into the Sun by life house
5. Cinta ini membunuhku = I Don’t Love you by My Chemical Romance

Untuk keterangan lebih lanjut kunjungi aja
http://www.youtube.com/watch?v=ZUmx8la3LTUf, video ini dibikin sama ex-massivers.

Ryan, vokalis d’massive sendiri sih ngomong kalau dia tuh terinspirasi sama band-band tersebut. Oke mereka terinspirasi, tapi gak masuk di akal aku aja gitu, terinspirasi kok aransemennya sampe mirip banget begitu? Ajaib! Hampir sealbum lagi.

Gimana yah perasaan band-band seperti MUSE, SWITCHFOOT, INCUBUS, etc. tau kalau musik mereka ada yang ditiru?
Susah-susah mereka bikin tuh lagu, pergi kesana-kemari cari inspirasi, gak makan dan gak minum, sampai2 gak tidur (didramatisir banget!) eh… malah dicontek seenak udik? Siapa yang gak marah?

Aku bukannya nuduh d’massive plagiat, I just have a big question in my head. Sebenarnya d’massive tuh terinspirasi atau plagiat sih!!???

Menurutmu?
READ MORE...

Meteor




Langit bertabur bintang

Seharusnya membuatmu merasa tersentuh

Aku di sini

Di sisimu


Mencoba tuk menghias sebuah surga untukmu


Agar kau tak sedih


Karena ku sedih jika kau sedih


Biar ku halau sepimu

Menyeka air matamu

Menuntunmu lewat tanganku

Tak peduli bagaimana angin berubah garang

Karena kau memilikiku sekarang

Dan takkan pernah tersesat lagi
READ MORE...

AvrilBlue's Life


When life show me a hundred reasons to cry I believe… life will show me a thousand reasons to laugh… I just need to wait the right time…

I wouldn’t ask someone to make me happy…

I believe to my self that I can get that happiness when I laugh every time I can,

Apologize when I should…

And let go what I cannot change…

Love deeply…
Play hard…

Forgive quickly but never forget…

Take chances…

Give everything…

And have no regrets…

My Life is too short to be unhappy…

I have to take a good with the bad…
Smile when I am sad…
Love what I have got…
Learn from my mistakes...
And always remember what I had…

If you don’t like me…
I don’t give you a shit…
Because I live don’t to please you…

Please don’t hate me because I’m pretty…
Hate me because you’re boyfriend thinks so… hehehehe… (just kidding)

Well, I just think that… my life is too short… I don’t wanna be cat women, wonder women, avril lavigne, or anything… I just wanna be the happy avrilblue ever after…

Hey! I’m not perfect…
But it’s me…
READ MORE...

Super Duper my final Exam


Sewaktu Mr. Yasser bilang kalau orang dari Singapore yang akan langsung mengawas final exam nanti, aku langsung deg-deg ser tidak karuan. Really? Kurang lebih dua orang yang akan datang, dan yang akan datang adalah kepala GCS sendiri, tambah MR. Yasser. Are you sure? Aku lemas. Aku tidak bisa membayangkan kalau mereka datang jauh-jauh dari Singapore, dengan biaya pesawat, hotel, etc. yang bisa dibilang tidak murah, hanya untuk mengawasi ujian kami yang cuman bertujuh orang. Sama sekali tidak ada ruang untuk menyontek, tidak ada ruang untuk berdiskusi, hanya mengandalkan diri sendiri. Aku stress… stress berat… mana tugas-tugas dari dosen menumpuk dan mesti diselesaiin sebelum orang Singapore itu datang. Busyeeeet….

Tenang avrilblue…. Calm down…

Oke, aku cuman berpikir untuk menyelesaikan semua tugas secepat dan seterbaik mungkin. Well, itulah aku… selalu ingin memberikan yang terbaik yang ku punya. Aku bekerja keras menyelesaikan tugas enam bab mata kuliah computer system fundamental dan architecture, belum lagi membuat kode java yang sama sekali tidak boleh ada error… (dari awal aku memang paling lemah di java), dan yang terakhir… tugas gampang-gampang susah dari Mrs. Maya… membuat database dari review 1 sampe 3. BUSYET! Rasanya pengin banget berteriak. Tapi deadline makin mendekat, orang Singapore itu sebentar lagi akan datang, dan tekanan semakin kuat… aku kolaps… kena tifus…

Tuhan, apalagi ini? Kena tifus saat aku mau ujian? Harus istirahat full di atas tempat tidur, gak boleh banyak bergerak apalagi banyak berpikir… bagaimana cara aku belajar????!!!!!!

Bayangin… selama seminggu makan bubur, minum banyak-banyak air putih dan berusaha menjauhkan pikiranku dari final exam supaya tidak stress….itu Bukan aku banget. Apa yang akan ku jawab di ujianku nanti?????

Miss Kiki nelepon, Mr. Yasser nelepon, semua orang menelepon cumin pengin mastiin kalau aku bisa hadir di final exam nanti. Betapa perhatian mereka…

Dan disinilah aku sekarang… berhasil melewati final exam dengan soal English dan jawaban English pula. Orang Singapore yang datang itu adalah Mr. William Go dan Mr. Tony. Oke biar aku deskripsikan kedua dosen nan jauh di sana itu.

Mr. William Go perawakannya seperti principle-principle biasanya, perut rada buncit, rambut menipis, pakai kacamata, dan kulit kuning langsat. Dari caranya bicara, aku menarik kesimpulan kalau dia berasal dari china… meski englishnya lancar, tapi aku kenal aksen cina itu…

Beda lagi dengan Mr. Tony, perawakannya hampir mirip dengan Mr. Go, cuman rambutnya tebal hitam dan tidak pake kacamata, aksennya mirip aksen inggris, tetapi wajahnya lebih mirip orang… duh… aku gak tau orang apa… belasteran gitu deh.

But at least, yang aku suka dari kedua dosenku ini adalah… mereka super duper ramah… kata-katanya sopan seakan-akan kami semua ini adalah mahasiswa terbaiknya, mereka mensupport kami untuk menghadapi ujian-ujian besok, and wish us luck. Entalah… mungkin karena melihat senyum manisku yang baru sembuh dari tifus yang membuat mereka lembut begitu… (Jangan percaya kalimat yang ini… narsis doang!)

Mr. Tony memberi kartu mahasiswa kepada kami sedangkan Mr. Go memberi kami sebuah kalender dengan lambang GCSS (Genetic Computer School Singapore). Well, simple… but I really-really speechless.

Sayangnya Mr. Go harus pulang besok sore, jadi kami tidak bisa foto bareng dengan Mr. Go pada hari terakhir ujian…
Entahlah… aku merasa perasaanku campur aduk selama empat hari itu. Senang bisa ketemu kedua dosen singaporeku itu, senang bisa mengerjakan ujian office application, computer system, and PTJ dengan mengerahkan seluruh kemampuan terbaikku. Mau remedial… urusan belakang…, senang bisa foto bareng, dan sedih karena soalnya susah-susah… Fiuh!
3 banding 1... lebih banyak senengx dong...
READ MORE...

My Lovely Vampire ^_^




Si Edward memang akhir2 ini mengusik mimpiQ. See, aQ bahkan tidak bisa tidur sampai sekarang karena terus saja membayangkan wajah super gantengnya yang haus darah. Sejak melihat poster film Twilight yang di atasnya bertuliskan coming soon di 21 pas selesai nonton The Mist bareng Echa dan Didi, aQ langsung menetapkan hatiku untuk HARUS-KUDU’-WAJIB nonton tuh film. aQ penasaran aja, segimana romantisnya sih kisah cinta si Vampir Edward dengan gadis biasa yang tertutup yang benama Isabella Swan.


Masih kenal Cedri Diggory yang main di film Harry Potter and The Goblet of Fire kan? Itu dia si Edward atau aslinya Robert Pattinson.
Hnm… tuh film benar-benar bikin aQ terhipnotis.
Betapa besar rasa cinta Edward dan usahanya untuk melindungi bella dari si James gila itu.
Hnm… mau… mau… mau….

Kalau vampirnya seperti Edward sih… well, aQ rela digigit…
HOHOHOHOHO )


Masih tergambar jelas bagaimana Edward berusaha sekuat tenaga untuk menjaga bella dari james. aQ jg masih ingat dengan kata-katanya yang bilang kalau dia akan melakukan segala cara agar bisa melindungi bella. Sampai-sampai harus melibatkan keluarga besar Vampirnya.
aQ terharu banget waktu bokapx Edward bilang, “Bella adalah pacar Edward. Itu berarti dia bagian dari keluarga kita. Dan kita harus melindungi keluarga.”
See, seorang vampire berbicara seperti itu…
Sepertinya pepatah yang bilang don’t judge the book by its cover berlaku deh di sini.

See, di ruang bioskop yang gelap itu airmataQ menetes. Dan lebih deras lagi saat melihat Edward berusaha keras menolong bella yang baru aja digigit ama si James gila itu.

aQ tau, Edward gak mau kalau bella jadi vampire seperti dirinya. Dia hanya gak mau melihat bella menjadi seorang monster yang haus darah, meski kenyataannya bella sangat menginginkan hal itu.

Tp kata-kata Edward yang memacu airmata ini semakin deras saat dia bilang dengan lantang, “Aku akan hilangkan rasa sakit itu.”
Edward bilang itu berkali2 kepada bella saat bella merintih kesakitan… yang langsung membuatku merasa…
Well, aku jatuh cinta…
It’s true…
aQ jatuh cinta dengan vampire

Edward selalu bilang kalau dia adalah monster yang seharusnya dijauhi... tp aQ setuju dengan bella yang tetap akan mencintai Edward apapun Edward itu… kenapa?? Karena jauh di lubuk hati Edward, ia memiliki sebuah hati yang lembut, penuh perhatian, dan cinta.
Wuih…. So sweeeeeeeet 
Well, gampang aja untuk mengetahui seberapa besar cinta Edward…
Selama dia tidak mengisap darah bella… selama itu lah dia mencintainya…

Mungkin aQ gila… tp kalau dipikir2, aQ lebih memilih menyayangi seorang vampire daripada seorang spiderman, superman, atau pun batman.
Vampire jg kuat kok, bisa manjat kayak spiderman, bisa romantis kayak superman, tp cuman vampire yang tubuhnya berkilau seperti berlian kalau terkena sinar matahari.
See, Edward begitu indah…
See, aQ suka banget sama Edward
See, aQ jatuh cinta sama tuh vampire
READ MORE...

Dhidie, aQ, dan Echa ^_^

aQ dhidi, dan Echa nonton The Mist di M'tos tadi malam. sumpah, aQ senang banget bisa ketemu mereka lagi, secara... udah lama gak ketemu... kangen booo...

kita ketemu dengan niat yang tulus untuk ditraktir dhidi yang ulang tahunnya tgl 10 kemaren. dan jadilah kita bertiga duduk sejajar dan memusatkan seluruh jiwa dan raga untuk menonton The Mist itu.

well, filmnya cukup menegangkan buatku. dari dulu aku memang suka film yang memacu adrenalin, walaupun takutnya memang... hnm... takut. but, you know? aQ nangis... again. ya... aku nangis nonton tuh film, sama kayak aQ nangis sewaktu nonton film spiderman 3, kung fu panda, dan harry potter and the goblet of fire. bahkan sampai sekarang aku masih teutep aja nangis kalau nonton film Titanic yang entah sudah keberapa juta kalinya ku tonton.
aQ cengeng....???? aQ nggak tau. aku cuman suka aja melibatkan seluruh perasaan sedih, marah, senangku saat nonton film dan membayangkan jika aku yang mengalaminya.


but well, aku benci banget sama endingnya The Mist. ending yang penuh dengan penyesalan. yang akan selalu mengingatkan tentang besarnya penyesalanku karena tidak menahan makhluk adamQ itu untuk tidak pergi.
aku masih ingat, saat dimana aQ hanya diam menatap kepergiannya. aku masih ingat ketika punggungnya bergerak menjauh... dan aku masih ingat... betapa menyakitkannya hal itu. dan film itu yang mengingatkanku...
yeah... aku kepengin banget mencekik leher makhluk adam itu karena telah berhasil membuatku semenyesal ini sekarang.

aku selalu berpikir, kalau aku sama sekali tidak bisa melupakannya. tapi kayaknya tidak juga, karena untuk sepersekian jam aku melupakannya dan memfokuskan diriku untuk membaca ayat kursi sebanyak-banyaknya saking takutnya pas naik diangkot untuk pulang ke rumah tadi malam. saat itu kira-kira pukul sebelas malam. jarang banget angkot yang lewat, eh... sekalinya lewat, isinya cowok semua plus merokok lagi. oh... God!!!! aku takut. sumpah, aku nggak mau lagi naik angkot sendirian, malam-malam pula.
AKU TIDAK MAUUUUUU!!!!!!!!
aku takut kalau cowok-cowok yang kurang lebih berjumlah delapan orang itu berniat untuk mencelakakanku. tampangnya sangar-sangar pula. ihh ngeri banget deh pokoknya.
"Ade', alergi asap rokok yah?" Kata seseorang.
aku bergeming dan melemparkan senyum tipis. sepertinya mereka baik.
hehehehehehe....
atau aku saja yang terlalu berburuk sangka?


well, all of all, aku tetap seneng banget bisa kumpul bareng Echa dan Didi. kapan-kapan ketemuan lagi yah...
dan khusus buat didi2, sering-sering aja nraktirnya. hehehehe
READ MORE...

akhirnya.... aku bisa juga!!!!! ^_^

oke, mungkin bagi kalian2 yang pemberani bakal bilang, "Ih... cemen." atau ,"Ih... gitu aja bangga.
terserah deh... tapi jujur, aku bukan orang yang pemberani, aku penakut banget kalo masalah ini. NAIK MOTOR!!!
but see, akhirnya aku bisa juga membelah jalan raya yang ramainya kagak nahan itu dengan motor jupiter hitam kepunyaanku.
aku tidak langsung bisa loh... aku telah melewati berbagai peristiwa hingga aku bisa:
here the list....

1. dimarahin mama karena aku sebagai kakak tertua, yang paling tidak tau dan takut banget untuk naik motor. see, aku selalu yang diantar sama adik, "APA ITU NGGAK KEBALIK!!!"

2. Direndahin papa karena aku bisa speaking english tapi susah banget naik motor.

3. dan nabrak taksi saat aku bilang kalau aku bisa naik motor tapi nyatanya ngasih naik persneling aja susssahnya minta ampun.

well, aku mau belajar. aku nanya ini-itu sama mama, sampai-sampai tata cara isi bensin pun aku tanya.
and finally, aku lah yang ngantar adik sekarang pergi les dan dengan pintarnya aku naik motor, aku udah ga nyusahin orang lagi, dan sedikit bermanfaat tentunya.
READ MORE...

Big???!! Fat???!! so What??!!!

BIG…? FAT…? SO WHAT!!!
BY
Hasti Suci S.

PRINCESS FATRA. Mendengar namanya… apa kira-kira terbersit di dalam benak kalian? Cantik? Anggun? Atau bahkan seksi? Well, setelah kalian melihat sosoknya, kalian akan tau seberapa gendut dirinya. Tapi yang menjadi masalah sekarang adalah apakah kecantikan, keanggunan, dan keseksian seorang cewek di mata para cowok hanya secara fisik doang?
Tra pasti akan berteriak sekencang yang dia bisa hanya untuk berkata tidak.
Dia muak akan semua peraturan bahwa cewek yang ideal adalah cewek yang berukuran HARUS MESTI KUDU’ 26-36-26. Dia muak dengan semua cemoohan teman-temannya yang mengatai dirinya ‘princess fat’. Dia juga muak dengan orang tuanya yang telah memberinya nama ‘seindah’ itu.
Tetapi apakah semua kemuakannya itu harus dilampiaskan dengan sesuatu yang berbau negatif? Of course not. Tra sudah memiliki caranya sendiri untuk menunjukkan kecantikan innernya. Well, dia memutuskan untuk ikut The Queen of School Competition.
Semua orang hanya bisa melongo tak percaya saat melihat Tra menulis namanya di daftar kontestan yang telah disediakan di mading sekolah. Ini pukulan berat bagi Putri, cewek populer satu sekolahan sekaligus orang yang paling dibenci oleh Tra.
Sudah bukan gosip lagi kalau mereka adalah musuh bebuyutan. It’s real guys..
Karena kehadiran Putri, masa-masa SMA Tra nggak mengasyikkan banget. Setiap hari dia harus menerima ejekan ‘Miss Big’, ‘rakus’, bahkan ‘big pig’. Belum lagi ejekan dari satu kelas kalau namanya diabsen oleh para guru, itu satu ejeken plus buat Tra. Namun satu hal yang membuatnya betah duduk di bangku sudut paling belakang.
Yup! Siapa lagi kalau bukan Edgy, cowok yang disukainya setengah mati setelah Christiano Ronaldo tentunya. Dia lah orang pertama yang pernah membelanya saat Putri nempelin lem tikus di bangku Tra. Dan sejak saat itulah Tra mencapnya sebagai pangerannya.
Namun, dia hanya bisa memandangnya dari jauh. Edgy terlalu berharga, apalagi untuk cewek yang bodynya terlewat montok. Ya, inilah cara Tra menyukainya. Memendam, melihat, dan memimpikannya.
* * *
Inilah malam-malam yang paling mendebarkan hati Tra. Jantungnya berdegup tidak normal dan tak karuan. Yup! Malam dimana Tra memutus urat malunya dan tampil sebagai salah satu kontestan dalam The Queen of School Competition.
Tra memakai gaun berwarna peach rancangannya sendiri. Rambutnya terburai ikal nan anggun. Dan wajahnya begitu bersinar cemerlang meski make upnya hanya sebatas lip gloss dan bloss on. Dia terlihat mirip banget dengan boneka barby malam ini, tetapi dengan badan yang ekstra super pastinya. Tapi apakah kalian tau kalau di mata Edgy Tra terlihat sangat imut dan lucu?
* * *
Ada 25 finalis di kontes ini. Dan setiap finalis akan diberi pertanyaan dari juri yang ditunjuk secara acak. Pertanyaan itulah yang akan menentukan nilai dari para finalis.
“Putri August Weismann, apa yang paling membuatmu bahagia hidup di dunia ini?” Tanya salah satu Juri kepada Putri.
Putri tersenyum riang, ini pertanyaan yang paling mudah baginya. “Aku sangat bahagia dengan hidupku yang sekarang ini. Aku mensyukuri apapun yang aku miliki. Wajah yang cantik, kepopuleran, kecerdasan, dan orang tua yang selalu memenuhi keinginanku. Tak ada yang lebih membahagiakan dari itu,” jawab Putri.
Setelah 24 finalis lainnya sudah ditanyai, sekarang giliran Tra untuk tampil.
Tra berdiri gugup, pikirannya melayang-layang akan pertanyaan yang akan diterimanya. Apakah soal ekonomi? Geografi? Matematika? Atau politik?
“Princess Fatra,” panggil juri itu dengan sedikit cengiran. Terlihat jelas di wajahnya bahwa ia berusaha untuk menahan tawanya saat melihat orang yang dipanggilnya.
Tra melangkah maju dengan mantap dan percaya diri. Tak ada seorang pun yang bisa menghentikan langkahnya kali ini.
“Jika kamu harus lahir kembali, kamu pilih mau jadi siapa?”
Ini mengejek banget. Perasaan Tra teriris. Bahkan juri pun memandangnya sebelah mata. Bayangan-bayangan cemoohan dari Putri tiba-tiba teringat kembali di dalam benaknya.
Dengan mantap Tra menjawab, “Kalau memang aku harus lahir kembali, Aku tetap akan menjadi diriku sendiri yang sedikit lebih baik, lebih jujur, lebih ramah, lebih rajin, lebih bertanggung jawab, lebih berinisiatif, lebih berani, lebih bersyukur, sehingga juga bisa jadi lebih bermanfaat bukan hanya bagi diri aku aja, tetapi juga bagi para stakeholder maupun lingkungan hidup*.”
“Ehem… cantik itu tidak langsing, tidak gendut, tidak seksi, tidak anggun, tidak bodoh, atau semacamnya. Tetapi cantik itu diri sendiri. Guys, tidak ada satu pun cewek yang terlahir tidak cantik. Hanya perlu kesadaran dari diri kalian sendiri bahwa dirimu cantik.”
Sesudah menjawab pertanyaan itu, Tra langsung beranjak pergi meninggalkan panggung yang penuh ejekan itu.
Dia berlari menembus malam yang gelap. Dia tidak peduli apakah dirinya menang atau tidak, yeah… untuk badan super montoknya, dia pasti tidak akan menang. Well, setidaknya dia sudah bisa mengalahkan ketakutan di dalam dirinya sendiri.
Airmatanya menetes. Sedih dan bangga bercampur di sana.
Tra pun duduk di pinggir jalan menunggu taksi. Namun, sudah setengah jam, taksi-taksi itu tak kunjung datang.
“Hai…” Sapa seorang cowok yang membuat jantung Tra berdetak lima kali lipat dari biasanya.
“Edgy? Ngapain kamu disini? Nunggu taksi juga?” Tanya Tra gugup.
“Aku lihat kamu tadi.”
“Yeah… kamu pasti berpikir kalau aku tidak tahu malu. Seharusnya aku sadar kalau tempatku bukan di situ.”
Bukan tambahan hinaan yang terlontar dari mulut Edgy atau semacamnya, tetapi tangan Edgy yang hangat itu justru menggenggam tangan Tra yang kaku kedinginan kelamaan nunggu taksi.
“Karena tempatmu ada di sini,” katanya lembut sambil menekan tangan Tra tepat di dadanya.
Tra asli salting banget. Nyatakah yang dia rasakan malam ini? Atau ini hanya sebuah fatamorgana karena taksi yang tak kunjung datang?
Semuanya terjawab saat Edgy berkata, “Aku antar pulang ya?”
Well, malam ini Tra memang tidak memenangkan The Queen of School Competition, tetapi dia sudah memenangkan hati orang yang disukainya, hati Edgy. Dan itu lebih membahagiakan dari pada wajah yang cantik, kepopuleran, kecerdasan, dan orang tua yang selalu memenuhi keinginannya.
(*) Joger Jelek
READ MORE...

↑
up