Avril Lavigne's Black Star



Ini dia berita terbaru dari Artis favorit aku, Avril Lavigne telah meluncurkan parfum perdananya dengan nama ‘Black Star’ di Eropa sana.

“I wore pink and black with studded accessories. I think wearing my own stuff and staying true to my style is a huge part of what makes me who I am,” kata Avril.

Black Star merupakan parfume dengan kombinasi wewangian dari pink hibiscus flower, black plum, dan dark chocolate dibalut botol kombinasi warna pink dan hitam –warna kesukaan Avril. “When I created the scent, I knew the fragrance had to have dark chocolate… I was thrilled to be able to incorporate such an unexpected element into Black Star.” Duh… kebayangkan wanginya kayak apaan? Jadi pengen beli.



Sedangkan design dari botol parfumenya sendiri unik banget, mirip sama bintang gitu. Di bagian leher parfumenya kalian akan melihat sebuah cincin berpaku atau apalah namanya yang terinspirasi dari aksesoris kesukaan Avril –well, seperti gelang berpaku/berduri, dll- katanya sih itu untuk mencerminkan gaya Avril yang Rock dan Glamour.

“Creating the packaging and bottling for Black Star was very exciting for me. I really love combinations like pink and black and fun accessories like stars and studs. And so this is what you will see in my perfume bottle. The studded ring you see on the bottle is actually a removable ring, which you can wear or hang around a necklace. The box was inspired by my studded bracelets and belts,” kata Avril.

Sebenarnya konsep tentang parfum ini ada sejak dua tahun yang lalu loh. Lama banget yah selesainya. Selain sudah mempunyai label parfum sendiri, Avril juga bergerak dalam bidang fashion dan mendesign sendiri pakaiannya, Abbey Dawn. Wah… jadi tambah salut deh sama canadan musician yang satu itu.
READ MORE...

Jonas Brother

Awalnya sih kepincut lihat mereka di film camp rock. Telat banget yah ngefansnya. Well, Jonas Brother adalah boy band asal Wyckoff, New Jersey yang dibentuk pada tahun 2005 lalu yang terdiri dari tiga bersaudara; Nick, Kevin, dan Joe Jonas. Awalnya nama yang dipilih adalah Sons of Jonas yang akhirnya berubah menjadi Jonas Brothers. Alhasil, mereka telah merilis tiga album, It’s About Me (2006), Jonas Brothers (2007), dan A Little Bit Longer (2008).


Well, they are so sensational. Kevin is soooo hot. Um… Joe cakep banget sih. Dan Nick, asli cute abis. Pantas aja Disney mengangkat mereka ke layar kaca. Siapa yang gak tertarik coba?


Aku suka banget videoklip Burni’ Up. Mereka nge-band di poolside dan ada scene dimana mereka menjadi superhero dan menyelamatkan cewek. Nick keren banget jadi James Bond dan Kevin cool abis jadi kareta kid. Keren deh pokoknya.


Kalau ku dengar-dengar secara seksama, kayaknya vocal Joe dan Nick dengan musik pop rock ala boy band itu mirip sama vocal Nick Carter-nya Backstreet Boys deh. Secara aku juga ngefans banget sama Backstreet Boys.


Masih ingat all out-nya Joe ps nyanyiin S.O.S di American Music Awards? Itu loh… ketika Joe tersandung, trus jatuh dan telapak tangannya berdarah karena terkena pecahan gelas. Kalau dipikir-pikir, persis sama lirik lagunya S.O.S yah…
“It’s like I’m walking on broken glass, better believe I bled…”
Yang bikin aku kagum, Joe tetap nyanyiin tuh lagu sampai selesai. Joooeee… You’re sooo HOOOOT!
“Cuma berdarah sedikit but, whatever, rock and roll,” kata Joe di belakang panggung. Mereka juga sempat dipuji sama Akon dan Beyonce loh. Akon malah pengen berkolaborasi sama mereka. Wuiiih… asyiknya, kebetulan aku juga suka vocal dan lagu2 Akon.


How was that? They’re really-really-really cool.

READ MORE...

Zat pada Ludah Manusia Dapat Mempercepat Penyembuhan Luka

Washington- Para peneliti Belanda telah mengidentifikasi satu zat di dalam air ludah manusia yang mempercepat penyembuhan luka, demikian laporan mereka yang disiarkan rabu di The Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB).
Tim peneliti tersebut mendapati bahwa “histatin”, protein kecil di dalam air ludah yang sebelumnya hanya dipercaya membunuh bakteri bertanggung jawab atas penyembuhan luka.
Penilitian tersebut mungkin menawarkan harapan kepada orang yang menderita luka kronis yang berhubungan dengan diabetes dan gangguan lain, serta luka traumatis dan luka bakar. Selain itu, karena zat tersebut dapat diproduksi secara massal, zat tersebut memiliki potensi untuk menjadi sama umumnya dengan krim antibiotic dan alkohol gosok.
 
“Kami berharap temuan kami pada akhirnya bermanfaat buat orang yang menderita luka yang tak kunjung sembuh, seperti borok di kaki dan luka akibat diabetes, serta bagi perawatan luka mengakibatkan trauma seperti luka bakar,” kata Menno Oudhoff, penulis pertama laporan tersebut, seperti dikutip Xinhua.

“Studi ini bukan hanya menjawab pertanyaan biologi mengenai mengapa hewan menjilati luka mereka,” kata Gerald Weissman, pemimpin redaksi FASEB Journal.

“Itu juga menjelaskan mengapa luka di mulut, seperti luka setelah pencabutan gigi, sembuh jauh lebih cepat dibandingkan dengan luka pada kulit dan tulang. Itu juga mengarahkan kita untuk mulai memandang air ludah sebagai suatu sumber bagi obat baru.”
READ MORE...

The Lord Of The ring series


Siapa yang tidak kenal Lord Of The Ring… novel dan film epik fantasi karangan J. R. R. Tolkien. Yang dibintangi oleh actor cute Elijah Wood dan Orlando Bloom. Kisah yang ditulis dari tahun 1937 sampai 1949 dan menjadi salah satu karya sastra abad ke-20 yang paling populer dan telah diterjemahkan ke dalam 28 bahasa?

Buku pertama yang berjudul The Fellowship of The Ring (Sembilan Pembawa Cincin), mengisahkan bagaimana Gandalf si Kelabu menemukan bahwa cincin yang dimiliki Frodo si Hobbit ternyata sebenarnya Cincin Utama, penguasa semua Cincin Kekuasaan. Di dalamnya diceritakan tentang pelarian Frodo dan pendamping-pendampingnya dari kampung halaman mereka yang damai di Shire, dikejar teror para Penunggang Hitam dari Mordor, sampai akhirnya, dengan bantuan Aragorn sang Penjaga Hutan dari Eriador, mereka tiba di Rumah Elrond di Rivendell setelah melewati bahaya-bahaya yang dahsyat Para Pembawa Cincin melakukan perjalanan rahasia jauh dari Rivendell di Utara, sampai suatu saat mereka gagal dalam upaya melintasi puncak Caradhras di musim salju, lalu mereka dituntun oleh Gandalf melewati gerbang tersembunyi dan masuk ke Pertambangan Moria yang luas, sambil mencari jalan di bawah pegunungan. Di sana Gandalf jatuh ke dalam jurang gelap setelah bertempur dengan makhluk mengerikan dari neraka. Aragorn, yang ternyata putra mahkota Raja-Raja Barat zaman purba, kemudian memimpin rombongan itu keluar dari Gerbang Timur Mona, melewati negeri Peri, Lorien, dan ...... sudah ingat?
Mau ebook gratisnya? klik disini.

Resensi Buku kedua yang berjudul Lord of The Ring: Two Towers (dua menara)

Akibat serangan Orc-Orc, Rombongan Pembawa Cincin tercerai-berai. Aragorn, Legolas, dan Gimli meneruskan perjalanan ke negeri orang-orang Rohan. Bersama raja Théoden dan pasukannya, mereka menuju Isengard untuk menghadapi Saruman.
Pippin dan Merry tersesat ke hutan Fangorn dan bertemu dengan Treebeard, penjaga pohon tertua yang masih hidup sejak awal terciptanya Dunia Tengah.
Sementara itu, Frodo dan Sam melanjutkan berjalan ke Mordor untuk memusnahkan cincin Sauron. Tapi ada sosok misterius yang senantiasa mengikuti mereka dengan diam-diam, mengintai dengan sabar untuk mendapatkan Cincin itu.
Klik disini untuk download ebook gratisnya.


Resensi Buku Ketiga yang berjudul Lord Of The Ring: The Return of King (Kembalinya sang raja)

Dalam pertempuran terakhir melawan pasukan raja kegelapan, korban-korban kembali berjatuhan. Gondor dikepung. Denethor kehilangan akal sehatnya. Bantuan dari Rohan terhambat oleh pertempuran di Padang Pelennor. Théoden gugur dan Éomer mengambil alih kepemimpinan. Saat harapan hampir padam, datanglah rombongan kaum Dúnedain yang dipimpin Aragorn. Gondor, Rohan, dan kaum Dúnedain bersatu menggempur pasukan Mordor.
Namun, masih ada perjalanan menuju jantungnya Mordor, sebab Cincin itu belum dimusnahkan. Cincin itu kini berada di tangan Gollum, yang sangat menginginkannya untuk dirinya sendiri.
Klik disini untuk download ebook gratisnya.

NB: semuanya dalam bahasa indonesia. READ MORE...

Endless Love (Autmn in My Heart)


Karakter dan Pemainnya:
Yun Joon Suh
Diperankan oleh aktor muda yang bernama Song Seung Hun. Selain tampil dalam “Endless Love”, aktor yang dilahirkan pada 5 Oktober 1975 juga tampil dalam serial “Law Firm”, “Pop Corn” dan “Happy Together”. Ia juga menyabet penghargaan KBS Photogenic Actor dan Most Popular Actor untuk “Endless Love”.
Eun Suh
Diperankan oleh aktris muda Song Hye Gyo yang juga tampil dalam serial populer Korea “Hotelier”. Seperti halnya Song Seung Hun, Song Hye Kyo yang lahir pada tanggal 26 Februari 1982 ini juga menyabet penghargaan KBS Most Popular Actress dan Most Photogenic Actress.
Han Tae Suhk
Karakter yang mencintai Eun Suh ini diperankan oleh aktor Won Bin yang bernama asli Kim Do Jin. Selain memperoleh penghargaan KBS Best Actor, Won Bin yang lahir pada 29 September 1977 ini juga membintangi serial “Kokji”.
Shin Ae
Karakter adik kandung Joon Suh diperankan oleh aktris pendatang baru, Han Chae Young. Dari serial “Endless Love”, aktris yang lahir pada 13 September 1980 ini mendapatkan penghargaan KBS Most Popular Newcomer.
Shin Yoo Mi
Tunangan Joon Suh ini diperankan oleh aktris Han Na Na. Serial drama “Endless Love” ini merupakan debut pertama aktris kelahiran tahun 1979 tersebut.



Ini adalah drama seri korea pertama yang aku tonton, yang langsung membuatku tertarik untuk terus menonton episode selanjutnya, dan drama korea yang lainnya, ENDLESS LOVE. Kisah cinta sedih yang mengharu biru.
Drama ini bercerita tentang Yun Joon Suh (Song Seung Hun) dan Eun Suh (Song Hye Kyo) dibesarkan sebagai kakak beradik selama 14 tahun sampai munculnya sebuah fakta yang mengejutkan keluarga mereka. Ternyata Eun Suh bukan adik perempuan kandung Joon Suh yang tertukar ketika masih bayi. Peristiwa tersebut terjadi gara-gara Joon Suh secara tidak sengaja memainkan label nama dalam ruang bayi di rumah sakit tempat adik perempuan Joon Suh dilahirkan.
Akibatnya Eun Suh yang seharusnya berada di keluarga Choi, jadi dipelihara oleh keluarga Yun yang merupakan keluarga berada. Sedangkan adik perempuan asli Joon Suh, Shin Ae (Han Chae Young) dipelihara keluarga Choi yang miskin. Kekeliruan tersebut tanpa sengaja terungkap ketika Eun Suh mengalami kecelakaan pada usia 14 tahun.
Begitu terungkap, kehidupan Eun Suh dan Shin Ae berubah total. Shin Ae yang akhirnya kembali ke pelukan keluarga Yun dan Joon Suh pun dibawa oleh ayah-ibunya ke Amerika Serikat. Sedangkan Eun Suh ditinggalkan di Korea pun terpaksa membanting hidup untuk menyambung hidupnya.
Walaupun begitu waktu dan jarak yang ribuan mil tidak kuasa membuat Joon Suh dan Eun Suh tidak bisa melupakan kasih sayang di antara mereka. Setelah sembilan tahun berlalu, keluarga Yun akhirnya kembali ke Korea.
Joon Suh yang telah menginjak usia dewasa dan bertunangan dengan seorang wanita sesama seniman, Shin Yoo Mi (Han Na Na), tanpa sengaja bertemu lagi dengan Eun Suh di sebuah hotel. Eun Suh kini bekerja di sebuah hotel milik sahabat Joon Suh, Hun Tae Suhk (Won Bin).
Pertemuan Joon Suh dan Eun Suh ternyata mendatangkan kesulitan di kemudian hari. Sebab mereka akhirnya menyadari bahwa cinta kasih di antara mereka tidak lagi merupakan kasih kakak beradik melainkan telah berubah menjadi cinta antara pria dan wanita.
Namun mereka juga menyadari tidak mudah mewujudkan hal tersebut sebab Joon Suh telah punya tunangan. Tidak hanya itu, Eun Suh pun dicintai Tae Suhk. Bahkan pergulatan cinta di antara mereka bertambah rumit, ternyata Shin Ae tergila-gila kepada Tae Suhk.

semua konflik dan akting pemainnya yang menghayati peran membuatku selalu termehek-mehek. memang yah, orang korea memang top deh kalau bikin drama seri yang mengharu biru. ada juga tuh drama Starway To heaven, dari awal sampai akhir film itu nangis mulu.
READ MORE...

Boys Before Flower vs Meteor Garden




Boys Before Flower atau Kkotboda Namja (in Korean) adalah sebuah drama seri yang diangkat dari manga yang berjudul Hana Yori Dango yang juga sudah lebih dulu diadaptasi oleh Taiwan dengan nama Meteor Garden dan oleh Jepang dengan nama Hana Yori Dango. Pengen tampil beda dari para pendahulunya, membuat BBF tampil gak tanggung-tanggung; Pakai scene naik jet, helikopter, balapan kuda, golf, pulau pribadi, mobil-mobil super keren yang kayaknya limited edition atau bahkan bisa jadi mobil itu eksklusive untuk drama seri ini *mupeng*

Aku sudah nonton sampai abis.. bis…bis.. totalnya ada 25 CD. Udah tau ceritanya kan?


Kalau mau jujur sih, aku lebih suka San Chai yang di Meteor garden. Setiap ekspresi dan nada bicara yang dia keluarkan memberi kesan kalau dia seorang yang tegar dan tidak gentar terhadap apapun. Pakaian yang dipakainya pada drama itu juga simple dan rada tomboy. Kalau Geum Jan Di yang berperan sebagai rumput liar di drama seri ini sih, menurut aku, tanggung aktingnya. Oke, dia bisa berenang, bisa menendang Goo Jon Pyo (Tao Ming Tse) dengan tendangan berputar dan punya rumpat potongan pendek. Oke, hanya itu. Setelah episode 10, kalian akan melihatnya memakai rok mini, sepatu hak tinggi, dan rada cengeng gitu.

Aku juga lebih suka Hua Che Lei di Meteor garden daripada versi koreanya. Secara muka aja tuh dah pas banget; ganteng, cool, tidak suka mencampuri urusan orang lain, dan tidak suka diganggu, tertampang jelas di wajahnya saat acting. Kalau di BBF sih malah terkesan seperti cewek tidak cool sama sekali, peace Kim Hyun Joong (Yo Ji Yoon).

Sayang banget di BBF bukan Goo Jon Pyo yang jago berkelahi. Padahal itu yang aku suka pada Tao Ming Tse di Meteor Garden. Tampangnya yang sangar, badannya yang kekar, serta jago berkelahi, tetapi setia banget sama San Chai membuat aku lebih suka Jerry Yan alias Tao Ming Tse. akting nangis Jerry juga keren banget di episode 13 kalau gak salah. Bagiku, cowok yang nangis itu cool.

Oh my God, Kim Bum. Satu-satunya hal yang membuatku menyukai BBF. Kenapa sih mukanya tuh orang cute banget? Perfect banget deh pokoknya. Senyumnya juga memikat banget. Dia cocok banget berperan sebagai play boy di BBF.

Well, secara keseluruhan, aku lebih suka versi Taiwan daripada korea. Tapi asli, tampang mereka semua tuh cute-cute abis. Bikin betah nonton tv lama-lama. Beneran deh…
READ MORE...

Drama Seri Full House


Pemain Full House:
Rain Bi berperan sebagai Li Yeong-jae.
Li Yeong-jae digambarkan sebagai seorang aktor yang populer, dipuja banyak gadis, namun mempunyai kepribadian yang masih labil, bahkan cenderung masih kekanak-kanakan. Ini terlihat dari cara ia memperlakukan Han Ji-eun istrinya yang sering diperlakukan dengan tidak adil. Namun kekuatan cinta mengajarkannya untuk bisa berkorban dengan cara menjauh dan meninggalkan Ji-eun dengan tujuan istrinya tak bakal menderita lagi karenanya.

Song Hye-Gyo sebagai Han Ji-eun
Berperan sebagai gadis biasa yang cenderung naif,polos, jujur dan apa adanya. Meski sering dikatakan bodoh (burung bodoh) dan tidak mempunyai bakat dalam menulis oleh Yeong-jae, ia tidak pernah putus asa. Dengan bimbingan Liu Mingge, akhirnya ia bisa menjadi penulis novel sekaligus penulis skenario film yang laris dan berbakat. Dalam hati dan pikirannya ia tetap setia menyimpan cintanya rapat-rapat hanya untuk Yeong-jae, meski ada tawaran cinta tulus dari Liu Mingge.

Kim Sung-soo sebagai Liu Mingge
Dalam film ini ia berperan sebagai anak konglomerat yang kesepian jauh dari sanak saudara dan orang tua yang sibuk berbisnis di luar negeri. Ia mapan dan dikejar-kejar banyak wanita, tak terkecuali Hui-yuan yang hanya dianggap adik oleh Mingge. Sifat playboy-nya mendadak hilang setelah bertemu dengan Ji-eun yang tak peduli dangan kekayaan dan ketampanannya. Ji-eun tulus bersimpati untuk berteman dengan Liu Mingge, bahkan menemani Mingge saat ia berulang-tahun.

Han Eun-jung sebagai Hui-yuan
Kurang lebih sama dengan karekter Liu Mingge, Hui-yuan adalah anak orang kaya yang juga kesepian. Kesibukannya sehari-hari adalah mengelola butik miliknya dan konsultan designer bagi Yeong-jae. Semula ia mencintai Liu Mingge yang suka melindunginya sewaktu kecil dari gangguan bocah laki-laki lain. Tapi karena ditolak, ia berbalik mengejar Yeong-jae yang kemudian disadarinya sebagai pelindung sejatinya. Ia tidak mau melepaskan Yeong-jae, meski tahu sahabatnya itu sudah menikah. Bahkan ia menantang Ji-eun untuk memenangkan cinta Yeong-jae

Inilah drama seri korea yang paling lucu dan jenaka banget. Lebih sering ketawa lihat tingkah konyol Han Ji-Eun dan Li yeong-Jae kemana-mana deh. Drama ini juga termasuk salah satu ikon korea yang membuat banyak orang yang dulunya tidak menyukai Korea, eh… tau-taunya langsung kepincut abis buat nonton drama korea yang lain.
Well, Drama ini bercerita tentang Li Yeong-Jae, seorang actor yang tengah naik daun, yang sedang melakukan perjalanan ke Shanghai untuk pembuatan film terbarunya. Han Ji-eun adalah seorang gadis biasa yang cenderung naïf dan mempunyai cita-cita sebagai seorang novelist. Pertemuan mereka terjadi di pesawat. Awalnya sih gak ada yang special. Tapi eng..ing..eng… saat Han Ji-eun memuntahkan makanan ke baju Yeong Jae, aku rasa adalah saat ‘kisah’ mereka telah dimulai.

Setelah Ji-eun pulang ke Korea, ia kaget karena rumahnya Full House yang dibangun almarhum ayahnya telah dijual oleh sepasang sahabat karibnya– yang merupakan satu-satunya sahabat yang dia punya.Dan yang kebetulan membelinya adalah Yeoang Jae. Karena kasihan dengan Ji-eun yang telah yatim piatu dan sempat jatuh sakit, serta tidak punya siapa-siapa (karena temannya kabur entah ke mana), Li Yeong-jae menampung Ji-eun di rumahnya. Tapi ada syaratnya, Han Ji-eun harus mau bekerja sebagai pembantu — bersih-bersih dan memasak — karena Ji-eun juga harus membayar utangnya kepada Yeong-jae yang dipinjamkannya waktu di Shanghai.

Di sisi lain, Yeong-jae mencintai temannya semenjak kanak-kanak Hui-yuan yang juga menjadi desainer Yeong-jae. Namun ia bertepuk sebelah tangan, karena Hui-yuan justru mencintai seniornya Liu Mingge yang juga merupakan teman sepermainan Yeong-jae dan Hui-yuan sedari kecil. Eh… tau-tau, Liu Mingge malah jatuh hati sama Ji-eun. Nah loh… jadi ribet kan?
Well, Karena kesal cintanya ditolak, Yeong-jae melamar Ji-eun. Ji-eun yang tidak tahu apa-apa menolak mentah-mentah. Tapi ia tertarik juga, ketika Yeong Jae mengiming-imingi full house sebagai gantinya. Ji-eun akhirnya setuju, dengan syarat perkawinan itu cuma kontrak 6 bulan, punya perjanjian tidak mencampuri kehidupan pribadi masing-masing, tidak ada kontak fisik, mendapatkan gaji sebagai istri, dan paling menggiurkan adalah mendapatkan Full House kembali. Perjanjian bisa batal– terutama hak mendapatkan Full House, jika membocorkan hal kawin kontrak ke pihak lain.

Tinggal serumah dan sering bertemu setiap hati justru malah menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka. Well, walaupun mereka sering banget berkelahi. Bahkan Yeong Jau mencari-cari alasan untuk memperpanjang kontrak perkawinannya menjadi 3 tahun, hanya agar Ji-eun lebih lama bersamanya.

Han Ji-eun yang berprofesi sebagai penulis novel bertemu dengan Liu Mingge, orang kaya yang mempunyai perusahaan penerbitan. Bisa ditebak, Liu Mingge yang sebelumnya acuh tak acuh dengan perempuan yang hanya mengejar-ngejarnya karena ketampanan dan kekayaannya, tergila-gila dengan Han Ji-eun yang polos.

Pertarungan pun dimulai. Liu Mingge yang geram melihat Li Yeong-jae yang sering menyia-nyiakan Ji-eun karena sibuk mengejar cinta Hui-yuan, berusaha menyenangkan dan selalu menjadi tempat curhat bagi Ji-eun. Li Yeong-jae pun dibakar api cemburu, meski di sisi lain tidak mau melepaskan Hui-yuan. Sedangkan Hui-yuan memanfaatkan Yeong-jae sebagai pelarian setelah cintanya ditolak Liu Mingge. Ia bertekad menghancurkan rumah tangga sahabat karibnya itu dan membawa kembali cinta Li Yeong-jae untuknya.

Meski sering bertengkar, berpisah dalam waktu lama dan “bercerai”, tidak membuat bara cinta antara Li Yeong-jae dan Han Ji-eun padam. Bahkan semakin menjadi-jadi. Cinta yang dipupuk oleh kebersamaan dan waktu itu membuat mereka akhirnya dipersatukan dalam mahligai rumah tangga yang seutuhnya dan sesungguhnya.


READ MORE...

Harry Potter and The Half-Blood Prince


Akhirnya… akhirnya… akhirnya… film yang sudah aku tunggu2 sejak lama tayang juga di bioskop Indonesia. Apalagi kalau bukan Harry Potter and the Half-Blood Prince. Bela-belain nonton pada tayangan perdana, untung aja tiketnya gak kehabisan. Well, film ini bercerita tentang tahun ke-6 Harry bersekolah di Hogwarts dan segala macam petualangan2 seru yang terjadi di dalamnya. Harry (Daniel Radcliffe) terlihat lebih, lebih dewasa, dan lebih ‘cowok’ di film ini. Mmm… I love it.

Aku suka openingnya. Sewaktu para death eater terbang di negeri para muggle. Aku suka efek dan teknik pengambilan gambarnya. Tapi aku benci saat Harry merayu pelayan kulit hitam sewaktu membaca Koran di sebuah kafe. Huff… *jealous*

Aku suka sewaktu Ron menyebut nama Hermoeni sewaktu di sakit. Rasanya pasti sangat menakjubkan kalau orang yang kita sukai menyebut nama kita, right?

Aku suka sewaktu Ginny menyuruh Harry menutup matanya dan menciumnya. Rasanya pasti deg-deg ser tuh…

Aku suka sewaktu Hermoine menangis di pundak Harry. Pengeeeeeeen….

Aku suka sewaktu Ron berhasil menghalau semua bola agar tidak masuk ke gawangnya pada pertandingan quiditch. Well, aku tidak menganggap Ron terlalu ganteng, tapi… melihat gayanya waktu itu, aku merasa dia cukup cool.

Aku suka sewaktu Hermoine membisikkan mantra confundus (kalo tidak salah) agar gawang Cormuc bisa kebobolan.

Aku juga suka sewaktu Harry menolong Ginny dan berusaha melindunginya dari serangan para death eater.

Kenapa sih Dumbledore harus mati??? Kita kehilangan wise man… aku sempat nangis sewaktu Dumbledore tetap berusaha menyelamatkan Harry dari zombie air yang berusaha untuk membunuhnya, padahal dirinya sendiri lemah karena habis menegak racun.

Kok aku lihat-lihat… aku rasa-rasa… aku raba-raba… Draco mirip yah ama hritik roshan. Tau gak hritik roshan? Itu tuh aktor bollywood Koi Mil gaya…

:)lucu banget waktu Lavender memanggil Ron dengan panggilan “my won won”, hehehehe… lucu aja dengarnya.

Yang paling aku sebelin di film ini, eh… horcrux yang Harry dapat ternyata palsu, padahal Dumbledore udah capek-capek minum tuh racun…

Saat film telah habis diputar, satu hal yang aku ucapkan dalam hati dan aku sangat mensyukurinya, “Untung saja aku dah baca buku yang ke-7nya.”

NB: Rasanya pengen cepat nonton Harry Potter 7 nih, tapi kalo dipikir2, aku gak mau jg Harry Potter the series abis *dilema*
READ MORE...

Cantik?? Ganteng?? Um...hnm...

Karena dosen datangnya telat, iseng-iseng nanya bang google tentang orang-orang korea yang mukanya ganteng2 bin cantik2, plus… mulus-mulus lagi *mupeng* Well, lihat saja Song Hae Kyo, Lee Min ho, Yoo Eun Hye… perfect banget kan??? Tapi sebagian wajah mereka ternyata sudah tidak asli lagi.

Sumpah… aku syok banget waktu bang google bilang kalau semuanya berkat goresan sebuah pisau bedah. Eye lid-nya lah, hidungnya lah, bibirnya lah, tulang pipi juga kalau perlu. Bahkan operasi plastik sudah menjadi isu sosial di korea sana, plus merambah ke cina dan Jepang. Widih… gak sakit tuh. Untuk penyembuhan eye lid saja perlu kurang lebih dua bulanan lah… gimana yang lain-lain??? Speechless.

Emang sih aku pernah berpikir kalau seandainya hidungku begini… kulitku begini… bla…bla..bla… tapi operasi plastik??? Aku rasa itu terlalu ekstrem (menurutku loh)

Menurut survey yang ku baca, udah lama sih… tapi tetap aja mengerikan… (buat aku)
76% wanita Korea berumur 20-30 tahunan sudah operasi plastik
25% ibu-ibu Korea menyuruh anak 12-16 tahunnya untuk operasi plastik
27,4% lulusan universitas yang sedang mencari kerja merasa gak pede untuk job interview karena alasan penampilan fisik mereka.

Orang-orang berduit di korea sana memang peduli banget soal penampilan, mereka bahkan menolak karyawan yang dianggapnya tidak menarik meski IQnya diatas rata-rata. Calon-calon artis yang memiliki banyak bakat seperti nyanyi, dance, acting juga bakal ditolak kalau mukanya gak cakep2. makanya rata2 artis2 korea pada operasi plastik. Tapi sekarang, masyarakat biasa pun ikut ketularan penyakit sosial itu.

Well, kenapa aku bilang penyakit? Karena mereka tidak bersyukur dengan ciptaan Tuhan kepada dirinya. Hey… bukan kah mata sipit dan bibir tipis itu ciri khas mereka? Kenapa mesti diubah lagi? Bahkan aku dengar-dengar, ada orang di timur tengah sana juga ikutan tren operasi plastik. Mereka biasanya operasi untuk ngecilin mata, naikin ujung luar matanya ke atas (biar mirip cina-cina gitu deh), sama motong hidung biar gak terlalu mancung.

Bukannya aku menghina orang yang dioperasi maupun mengoperasi plastic tsb. Tapi aku rasa itu sudah terlalu berlebihan. Hanya untuk terlihat cantik/indah, apa harus sampe segitunya?
Bahkan ada cewek yang terobsesi banget sama operasi plastik sampe-sampe menyuntikkan minyak goreng ke wajahnya karena silicon yang diberikan oleh Dokternya sudah habis. Aku ngeri banget ngeliat mukanya yang… ini deh fotonya
sebelum

sesudah


Keindahan dimata orang2 memang beda. Tapi bagaimana orang mau melihat kita ganteng/cantik kalau kita sendiri tidak pernah menganggap kita ganteng/cantik. Aku selalu percaya sama yang namanya inner beauty (kuno banget yah) dan gak pernah berniat sedikit pun mengubah apapun di dalam tubuhku. Aku udah bersyukur banget dikasih anggota tubuh yang lengkap sama Tuhan. Dan berusaha menerima setiap kekurangan dan membanggakan setiap kelebihan *lol*.
Pasti indah banget kalau ada seseorang yang datang mengulurkan tangannya tanpa mesti harus menilai fisikku. Justru dia bisa menerimanya dan mengisi setiap kekuranganku dengan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Um… so sweet… *daydream*
Dan aku selalu berdo’a, Mudah-mudahan aku gak pernah ketemu sama orang yang menilai orang lain dari fisiknya doang.
Amin. Amin. Amin. Amin. Amin.
READ MORE...

Say, "Bye"

Kak Tika, keponakanku, Nadia, dan adik sepupuku, Theo, akhirnya terbang menuju Papua tempat tinggal mereka sebenarnya setelah hampir sebulan berada di Makassar. Jarak antara Makassar dan Papua terpisah beribu-ribu mil jauhnya. Aku berinisiatif mengantar mereka kebandara bareng ortu dan nenek. Karena aku gak bakal tau kapan bisa bertemu mereka kembali.

Well, aku salah satu orang yang paling tidak menyukai yang namanya ‘perpisahan’. tapi itu pasti terjadi. Setiap pertemuan, cepat atau lambat kata perpisahan pasti akan terucap. Entah dengan rasa sedih, dengan berpura-pura bahagia dan sok tegar, atau karena keadaan yang mengharuskannya.

Setiap perpisahan itu terjadi , aku selalu merasa kehilangan, merasa sedih, dan akan sulit kembali beradaptasi tanpa kehadiran orang tersebut. Tanpa suaranya, tanpa tawanya, tanpa semua-muanya dari mereka yang pernah hadir dan pergi lagi.

Terkadang aku berpikir, aku tidak ingin bertemu siapapun, tidak ingin mengenal apapun, karena aku tau… dia akan pergi. Membuatku kembali berusaha menjalani hidup tanpa kehadirannya. Aku benci perubahan seperti ini. Orang baru hadir, sedangkan orang lama pergi sementara aku masih membutuhkan mereka.

Betapa sulit hal itu bisa diterima.
READ MORE...


up